RADAR KUDUS — Dewi Perssik memberikan teguran kepada Aldi Taher setelah mantan suaminya itu disebut-sebut merujuk pada status Felice Gabriel di ruang publik.
Teguran ini dilontarkan karena Dewi merasa pernyataan yang disampaikan Aldi tidak mencerminkan kebenaran dan bisa menimbulkan salah paham di kalangan masyarakat mengenai peran Aldi dalam kehidupan anak mereka.
Dalam unggahan terbarunya, Dewi Perssik dengan tegas meminta Aldi Taher untuk tidak mengungkapkan seolah-olah dirinya telah ada dan berfungsi sebagai ayah bagi Felice Gabriel hingga saat ini.
Dewi menyatakan bahwa ia menghargai perhatian baik Aldi terhadap Felice, namun ia tidak setuju jika hal itu dibawa ke dalam narasi publik yang menurutnya tidak sesuai dengan kenyataan.
Baca Juga: Elegan di Cannes Film Festival 2026, Prilly Latuconsina Tampil Memukau dengan Gaun Hitam
Dewi juga menolak jika anaknya dijadikan objek untuk pencitraan atau konsumsi media sosial. Ia berpendapat bahwa diskusi mengenai anak seharusnya dilakukan dengan cermat, terutama jika menyangkut privasi dan perasaan dari anak tersebut.
Menurutnya, tidak semua hal yang berkaitan dengan Felice layak untuk dikomentari publik, terutama jika dapat menimbulkan spekulasi yang keliru.
Pendapat tegas Dewi Perssik ini muncul setelah ia merasa keberatan dengan cerita yang beredar di media sosial, terutama yang tampaknya menjadikan Aldi Taher sebagai sosok ayah dalam kehidupan Felice.
Dewi menyatakan bahwa keadaan dan status anak adalah ranah yang seharusnya hanya dibahas olehnya sebagai orang tua, bukan untuk dijadikan narasi yang berbeda di depan umum.
Baca Juga: Hampir Pingsan Saat Haid, Chika Jessica Ungkap Jalani Operasi Angkat Kista di Perut
Dewi juga ingin melindungi kesehatan mental Felice Gabriel yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.
Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa isu mengenai status anak sebaiknya tidak diperluas agar tidak mengganggu konsentrasi dan kehidupan pribadi Felice.
Persoalan ini menunjukkan bahwa Dewi Perssik berupaya menutup kemungkinan spekulasi dan menegaskan batasan antara perhatian dan pencitraan.
Bagi Dewi, yang terpenting bukan hanya melakukan klarifikasi, melainkan juga memastikan agar nama Felice Gabriel tidak terus diseret ke dalam narasi publik yang tidak mencerminkan kebenaran. (*)
Editor : Anita Fitriani