Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Diplomasi Budaya di Karpet Merah: No Na Memukau Dunia dengan Wastra Nusantara di Gold Gala 2026

Ghina Nailal Husna • Senin, 11 Mei 2026 | 21:26 WIB
 No Na Memukau Dunia dengan Wastra Nusantara di Gold Gala 2026
No Na Memukau Dunia dengan Wastra Nusantara di Gold Gala 2026

 

RADAR KUDUS – Grup musik asal Indonesia, No Na, kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung internasional.

Menghadiri ajang bergengsi Gold Gala 2026 di Los Angeles, Amerika Serikat, grup ini tidak hanya hadir sebagai representasi industri hiburan Asia yang tengah naik daun, tetapi juga sebagai duta budaya yang membawa kemegahan wastra tradisional Indonesia ke kancah global.

Penampilan mereka menjadi salah satu sorotan utama media internasional karena keberanian memadukan elemen tradisional dengan estetika modern yang elegan, menciptakan sebuah pernyataan mode yang sarat akan makna identitas.

Baca Juga: Rahasia ASI Kuning Pekat Steffi Zamora: Dari Konsumsi Telur Omega hingga Julukan "Ibu Kelor"

Para member No Na tampil dengan konsep busana yang secara spesifik mengangkat kekayaan tekstil dari berbagai penjuru Indonesia.

Pemilihan kain ini menunjukkan dedikasi mereka dalam memperkenalkan keragaman budaya Indonesia yang tidak hanya terbatas pada satu wilayah:

  • Christy tampil anggun dengan balutan Batik yang didesain secara kontemporer, memperlihatkan sisi klasik yang tetap relevan di zaman modern.

  • Shaz memperkenalkan keindahan Tapis Lampung yang dikenal dengan sulaman benang emasnya yang mewah dan artistik.

  • Esther membawa nuansa magis dari Pulau Dewata melalui penggunaan kain Prada Bali yang ikonik.

  • Baila melengkapi kuartet ini dengan mengenakan Tenun Padang Pandai Sikek, kain tenun tradisional Minangkabau yang memiliki detail kerumitan luar biasa.

Melengkapi busana mereka, No Na juga menyematkan berbagai aksesori etnik yang berasal dari Jambi, Sumba, dan Palembang, menciptakan harmoni sempurna dari Sabang sampai Merauke di karpet merah Gold Gala.

Kehadiran No Na di Gold Gala 2026 bukan sekadar urusan estetika atau tren fashion semata.

Langkah strategis ini memiliki kaitan erat dengan agenda pembangunan berkelanjutan global atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Secara khusus, aksi ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui promosi industri kreatif dan ekonomi berbasis budaya.

Dengan mengenakan kain-kain tersebut, mereka secara tidak langsung mempromosikan para perajin lokal Indonesia ke pasar dunia. 

Selain itu, upaya ini selaras dengan SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), khususnya dalam poin pelestarian dan perlindungan warisan budaya dunia.

Di tengah dominasi industri hiburan Asia Timur di pasar global, kehadiran No Na memberikan warna baru.

Baca Juga: Waspada Kebocoran Data! Dukcapil Imbau Warga Tidak Sembarangan Serahkan e-KTP saat Check-In Hotel

Mereka membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing secara profesional sekaligus tetap bangga membawa akar budayanya.

Apresiasi luas yang diterima No Na dari para penggemar global dan pelaku industri di Gold Gala menunjukkan bahwa budaya tradisional Indonesia memiliki daya tarik yang bersifat universal.

Ini menjadi bukti nyata bahwa wastra Nusantara mampu tampil high-fashion, kompetitif, dan diapresiasi di lingkungan paling bergengsi sekalipun. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Industri Kreatif Indonesia #Gold Gala 2026 #Batik Internasional #wastra nusantara #no na