RADAR KUDUS — Luna Maya akhir-akhir ini mendapatkan perhatian setelah mengungkapkan bahwa ia telah kehilangan sekitar 800 ribu pengikut di akun Instagram pribadinya.
Penurunan jumlah pengikut ini terjadi dalam waktu yang singkat dan bukan merupakan keputusan yang diambil Luna sendiri.
Ia membagikan informasi ini di platform Threads, untuk menjawab pertanyaan dari rekan-rekannya yang penasaran mengenai fenomena turunnya angka pengikut yang sedang ramai dibicarakan di kalangan pengguna Instagram.
Dalam postingannya, Luna menyatakan bahwa pengikutnya berkurang hingga sekitar 800 ribu.
Baca Juga: Film Baru Jadi Kado Istimewa Ultah Sara Wijayanto ke-47
Ia mengaku menerima pertanyaan dari teman dekatnya, Iwet Ramadhan, yang ingin tahu apakah Luna merasakan dampak penurunan pengikut setelah Instagram melakukan pembersihan akun.
Di situ, Luna menjelaskan bahwa ia juga merasakan penurunan yang cukup signifikan, meskipun secara pribadi tidak merasa terlalu terganggu oleh perubahan tersebut.
Kehilangan pengikut penasaran ternyata bukan hanya terjadi pada Luna Maya, tetapi merupakan bagian dari tindakan besar yang sedang dilakukan oleh Instagram atau lebih tepatnya, oleh perusahaan Meta di seluruh dunia.
Baca Juga: Instagram Kini Fokus pada Interaksi Asli: Akun-Akun Bot Dibersihkan
Meta mengungkapkan bahwa platform tersebut tengah melakukan penghapusan akun-akun yang tidak aktif dan akun bot yang selama ini berkontribusi pada jumlah pengikut pengguna, termasuk untuk tokoh publik.
Tindakan ini dipercepat dengan tujuan untuk menciptakan Instagram yang lebih sehat, otentik, dan bebas dari interaksi yang tidak alami.
Adanya kebijakan tersebut, Luna Maya menanggapi fenomena kehilangan 800 ribu pengikut dengan sikap yang tenang dan logis.
Ia lebih memilih untuk melihat penurunan tersebut sebagai sesuatu yang biasa, terutama karena banyak dari pengikut yang hilang diduga adalah akun bot atau akun yang tidak aktif dan jarang berinteraksi secara nyata.
Baca Juga: Krisdayanti Balik ke Musik dengan EP Love, Kris Dayanti
Dalam beberapa komentar dan narasi yang muncul, Luna menunjukkan bahwa bagi dirinya, kualitas pengikut lebih penting dibandingkan sekadar jumlah angka di profil.
Bagi Luna Maya, hasil dari pembersihan akun di Instagram justru memberikan dampak yang cukup positif.
Jumlah pengikut yang tersisa dinilai lebih mencerminkan basis penggemar yang nyata dan aktif dalam memberikan dukungan.
Tanggapan yang diterima di unggahannya kini juga lebih mudah dipahami dan terasa lebih pribadi, tanpa banyaknya komentar spam atau tautan yang tidak relevan.
Baca Juga: Nikita Willy Akui Berhijab demi Memberi Contoh Baik untuk Anak
Dalam hal ini, Luna melihat kebijakan Instagram sebagai langkah yang sesuai dengan keinginannya untuk menjaga akun media sosial yang sehat dan berarti.
Kehilangan pengikut secara masal ini sebenarnya tidak hanya dialami Luna Maya, tetapi juga oleh banyak tokoh publik lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Nama-nama seperti Raffi Ahmad dan sejumlah selebriti internasional juga dikabarkan mengalami penurunan jutaan pengikut dalam waktu yang bersamaan.
Namun, bagi Luna, situasi ini lebih dipandang sebagai refleksi terhadap pola interaksinya di media sosial, ketimbang sebuah krisis yang mengancam popularitasnya.
Di dunia hiburan, jumlah pengikut seharusnya menjadi salah satu indikator keterlibatan, namun Luna Maya tampaknya lebih memilih untuk fokus pada kualitas kedekatan dengan penggemar.
Ia sering menggunakan Instagram sebagai platform untuk berbagi momen pribadi, proyek kreatif, serta pesan-pesan inspiratif, bukan hanya sebagai tempat untuk membangun citra.
Pada akhirnya, pengakuan Luna Maya tentang hilangnya 800 ribu followers justru mencerminkan bagaimana seorang publik figur menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
Dia tidak menolak kebijakan dari Instagram, melainkan memilih untuk melihatnya sebagai peluang untuk mempererat hubungan dengan pengikut yang "benar-benar ada".
Bagi Luna, pengakuan yang sejati dan dukungan yang ikhlas dari penggemar jauh lebih bernilai dibandingkan hanya sekadar angka yang bisa terlihat mengesankan melalui akun bodong atau akun yang tidak aktif. (*)
Editor : Anita Fitriani