RADAR KUDUS — Musisi legendaris sekaligus pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani, kembali mencuri perhatian publik dengan pernyataan uniknya terkait masa depan keluarga besarnya.
Menjelang babak baru dalam kehidupan putra sulungnya, Al Ghazali, Dhani secara terang-terangan mengungkapkan harapannya agar sang cucu kelak bisa lahir di hari yang sama dengan dirinya, yakni Jumat Kliwon.
Bagi Dhani, hari tersebut bukan sekadar waktu biasa, melainkan sebuah identitas spiritual yang membawa nilai positif dan kebanggaan tersendiri.
Dalam sebuah kesempatan, Ahmad Dhani membongkar alasannya mengapa ia begitu mendambakan sang cucu lahir pada hari yang sering dianggap keramat oleh sebagian orang tersebut.
"Saya cuma berharap lahirnya hari Jumat. Karena apa? Karena wetonnya sama dengan saya, Jumat Kliwon," ujar Dhani.
Baginya, kesamaan weton antara kakek dan cucu dianggap sebagai sesuatu yang istimewa. "Semoga lahir Jumat Kliwon. Bagus itu. Weton bagus," pungkasnya dengan penuh keyakinan.
Selama ini, budaya populer Indonesia—terutama melalui film horor—kerap menggambarkan Jumat Kliwon sebagai malam yang mencekam, penuh kemunculan makhluk halus, hingga aroma mistis yang kental.
Namun, dalam kacamata tradisi Jawa, anggapan bahwa lahir di Jumat Kliwon akan membawa kesialan justru dipatahkan oleh perhitungan primbon dan tafsir weton.
Berdasarkan perhitungan pangasaran (watak berdasarkan saptawara dan pancawara) serta pancasuda (karakter berdasarkan angka khusus), orang yang lahir pada Jumat Kliwon memiliki karakteristik yang luar biasa:
Lakuning Rembulan: Secara harfiah berarti "berjalan layaknya bulan". Orang dengan sifat ini diibaratkan sebagai penerang di tengah kegelapan, memiliki aura yang menenangkan, serta pribadi yang mampu memberi petunjuk bagi orang di sekitarnya.
Wasesa Segara: Karakter ini melambangkan samudra yang luas. Artinya, orang tersebut dipercaya memiliki pemaaf yang luas, murah hati, dan memiliki potensi keberuntungan serta rezeki yang seluas lautan.
Ahmad Dhani, yang dikenal memiliki ketertarikan mendalam pada sejarah dan budaya, nampaknya melihat sisi spiritualitas Jawa ini sebagai bentuk warisan yang ingin diteruskan.
Baca Juga: Stop Fotokopi e-KTP! Kemendagri Ingatkan Sanksi Pidana dan Bahaya Pelanggaran Data Pribadi
Jika sang cucu benar-benar lahir pada Jumat Kliwon, Dhani seolah-olah melihat adanya kesinambungan karakter dan "energi" yang sama antara dirinya dengan generasi penerusnya.
Meski kelahiran seorang anak adalah takdir yang sudah digariskan, harapan Dhani ini menambah warna baru dalam antisipasi kehadiran anggota keluarga baru di silsilah keluarga Ahmad Dhani.
Bagi banyak orang, ini adalah bentuk cinta seorang kakek yang ingin memiliki ikatan batin yang kuat dengan cucunya melalui keselarasan waktu kelahiran. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna