RADAR KUDUS — Hari ini, Jumat 8 Mei 2026, Aksa Uyun Dananjaya, putra pertama dari pedangdut Soimah Pancawati, resmi menikahi Yosika Ayumi, kekasihnya, melalui sebuah acara akad nikah penuh khidmat di Pendopo Tulungo, Bantul, Yogyakarta.
Acara bertema adat Jawa ini menarik perhatian publik karena kesederhanaan dan makna yang dalam, di mana Aksa mengucapkan ijab kabul dengan mantap dalam satu hembusan napas.
Wajah Soimah dan suaminya, Koko, dipenuhi rasa lega setelah saksi mengumumkan bahwa pernikahan itu sah.
Baca Juga: Nikita Willy Akui Berhijab demi Memberi Contoh Baik untuk Anak
Prosesi akad nikah berjalan lancar, dengan Imam Santoso, ayah Yosika, sebagai wali nikah, memimpin acara dengan tenang.
Aksa memberikan mahar berupa uang tunai senilai Rp852.026, jumlah yang dipilih dengan cermat sebagai simbol tanggal pernikahan mereka, 8-5-2026.
Pilihan ini menambah kesan personal dan romantis pada saat yang sakral, serta menunjukkan persiapan matang dari mempelai pria yang berusia 23 tahun.
Baca Juga: Ade Rai Tolak Bayaran dari Baim Wong, Dukung Film Baim Wong Penuh Tulus
Pendopo Tulungo, yang merupakan milik keluarga Soimah, dipilih sebagai tempat karena sering digunakan untuk acara keluarga, termasuk pernikahan, sehingga menciptakan suasana yang hangat dan dekat.
Soimah terlihat sangat emosional sepanjang acara, terutama saat melihat putranya mengucapkan janji suci.
Air mata haru mengalir, mencerminkan campuran kebahagiaan sekaligus kepedihan seorang ibu yang melepaskan anak sulungnya ke dalam kehidupan baru.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Akting Tak Seperti Biasanya, Di Film Holy Crowd Jadi Pocong
Namun, ia dan Koko memilih untuk mengadopsi konsep pernikahan yang sederhana tanpa tujuan untuk pamer, lebih menekankan pada esensi penggabungan dua keluarga.
Pernikahan ini juga menekankan keberhasilan Aksa, yang kini menjadi kepala rumah tangga muda dengan masa depan yang cerah.
Pernikahan Aksa dan Yosika bukan hanya awal baru bagi pasangan ini, tetapi juga menjadi teladan bagi banyak orang tentang pentingnya adat dan kesederhanaan dalam membangun kehidupan berumah tangga.
Momen ini menegaskan bahwa pernikahan lebih dari sekadar perayaan, melainkan suatu komitmen abadi yang diliputi simbolisme yang indah. (*)
Editor : Anita Fitriani