Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Curhatan Emosional S.Coups SEVENTEEN: Antara Dilema Operasi Kaki dan Trauma Proses Rehabilitasi

Ghina Nailal Husna • Rabu, 15 April 2026 | 23:12 WIB
Curhatan Emosional S.Coups SEVENTEEN
Curhatan Emosional S.Coups SEVENTEEN

 

RADAR KUDUS – Pemimpin grup K-Pop kenamaan SEVENTEEN, S.Coups, baru-baru ini menyapa penggemar melalui siaran langsung di platform Weverse untuk berbagi perkembangan terbaru mengenai kondisi kesehatannya.

Dalam sesi yang berlangsung hangat namun penuh kejujuran tersebut, sang leader mengungkapkan kebimbangannya terkait rencana prosedur medis lanjutan pada bagian kakinya.

S.Coups mengungkapkan bahwa pada awal Mei 2026 mendatang, ia dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit.

Baca Juga: Dobrak Tradisi Industri: Joko Anwar Bebaskan Royalti Merchandise Film "Ghost in the Cell" bagi UMKM

Pemeriksaan ini akan menjadi penentu apakah dirinya perlu kembali naik ke meja operasi atau menempuh jalur pengobatan alternatif.

Demi mendapatkan gambaran yang utuh, pemilik nama asli Choi Seung-cheol ini mengaku telah melakukan langkah proaktif dengan berkonsultasi kepada sekitar 10 individu yang pernah menjalani prosedur medis serupa.

Dari hasil diskusi tersebut, S.Coups mendapatkan sudut pandang baru yang membuatnya lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

"Saya mengetahui bahwa tidak ada keharusan mutlak untuk melakukan operasi pengangkatan tertentu.

Itulah mengapa saya memilih untuk mendapatkan konseling medis secara mendalam terlebih dahulu sebelum memutuskan langkah selanjutnya," ungkapnya kepada para penggemar (CARAT).

Meski dikenal sebagai sosok pemimpin yang tangguh di atas panggung, S.Coups secara terbuka mengakui adanya rasa takut yang menghantuinya.

Ketakutan tersebut bukan hanya tertuju pada prosedur operasinya, melainkan pada proses pemulihan atau rehabilitasi pascaoperasi yang sangat melelahkan.

S.Coups menyebut bahwa ia memiliki kekhawatiran besar harus mengulang kembali masa-masa sulit saat menjalani rehabilitasi intensif.

Baginya, proses tersebut merupakan tantangan fisik dan mental yang luar biasa berat yang sebelumnya pernah ia lalui. 

Kejujurannya dalam mengekspresikan kerentanan ini langsung menuai banjir dukungan dan doa dari penggemar di seluruh dunia.

Kisah perjuangan S.Coups ini kembali membuka diskusi penting mengenai beban kerja serta kesehatan fisik dan mental para idola di tengah tuntutan industri hiburan yang sangat tinggi.

Perhatian terhadap pemulihan atlet atau penampil panggung ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan PBB, khususnya SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

Poin utama dalam SDG 3 menekankan pentingnya akses terhadap perawatan kesehatan yang berkualitas serta proses pemulihan yang optimal bagi setiap individu tanpa terkecuali.

Baca Juga: Diplomasi Energi di Moskow: Menteri Bahlil Amankan Komitmen Pasokan Minyak dan LPG dari Rusia

Akses medis yang tepat dan dukungan psikologis selama masa rehabilitasi menjadi kunci agar pekerja seni seperti S.Coups dapat kembali berkarya dalam kondisi prima.

Kini, para penggemar berharap agar S.Coups dapat mengambil waktu sebanyak yang dibutuhkan untuk fokus pada kesembuhannya.

Penggemar menegaskan bahwa kesehatan sang idola jauh lebih berharga daripada aktivitas panggung apa pun di masa mendatang. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#S.Coups SEVENTEEN #Kesehatan Idol #Operasi Kaki S.Coups #SDG 3 Kehidupan Sehat #rehabilitasi medis