RADAR KUDUS — Penyanyi muda Bernadya kembali menarik perhatian dengan single terbaru berjudul Rabun Jauh yang dirilis pada Senin, 13 April 2026.
Lagu ini mengusung nuansa balada emosional dan personal, menggambarkan rindu yang dalam lewat metafora rabun jauh dan penglihatan yang “buram” di tengah kerumunan penonton di konser.
Rabun Jauh merupakan single kedua Bernadya di tahun 2026, menyusul kesuksesan Kita Buat Menyenangkan yang sempat viral di awal 2026.
Lagu ini ditulis oleh Bernadya bersama Rendy Pandugo dan Mohammed Kamga, dengan aransemen yang mengusung balada pop bernuansa intim dan introspektif.
Lagu ini mengisahkan seorang penyanyi di atas panggung yang secara fisik memiliki penglihatan rabun jauh, namun malah bersyukur karena kondisi tersebut sedikit mengurangi demam panggung.
Baca Juga: Bernadya Rilis “Rabun Jauh”, Lagu tentang Harapan yang Tidak Pernah Benar‑Benar Pudar
Namun, ketika tampil di kota tertentu, kemungkinan kota yang identik dengan seseorang yang ia rindukan, ia sengaja memakai kacamata dan mempertajam pandangan untuk berharap menemukan sosok spesial itu di tengah lautan penonton.
Tema utama Rabun Jauh adalah rindu dan harapan bertemu orang yang spesial dalam jarak yang tak lagi dekat.
Liriknya menggambarkan konflik batin, di satu sisi, ia menikmati kebiasaan bernyanyi tanpa kacamata, namun di sisi lain, ia sengaja “memperjelas” penglihatan demi kemungkinan kecil bertemu sosok yang lama dinanti.
Dalam beberapa wawancara dan liputan media, lagu ini disebut sebagai karya yang sangat personal, jujur, dan relatable karena banyak orang pernah merasakan rindu yang tak bisa terungkap, atau menunggu seseorang yang tak pernah datang.
Nuansa balada dan vokal Bernadya membuat lagu ini cocok sebagai soundtrack kerinduan dan nostalgia.
Baca Juga: Bernadya Tampil Bondol, Gaya Rambut Barunya Jadi Sorotan Warganet
Lirik lagu Rabun Jauh – Bernadya
Berikut lirik lengkap Rabun Jauh sesuai versi resmi video lirik yang dirilis di kanal YouTube Bernadya (13 April 2026).
Rabun jauh, dari dulu
Tapi tak pernah mengganggu
Malah itu yang kubutuh
Sedikit kurangi demam panggung
Namun khusus, kota itu
Kupakai kacamataku
Sambil terus bersenandung
Terus mencari dari jauh
Berharap kau ada berdiri di situ
Di salah satu panggungku di kotamu
Chorus
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
Semoga tiba tepat waktu
Sebelum lagu ketujuh
Yang satu ini untukmu
Ku tulis agar kau tahu
Bahwa tiada lagi yang lebih kutunggu
Dari tatap banggamu untukku
Chorus
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
Kau datang menyamar pun masih bisa kutemukan
Tanpa melihat ku tahu kau ada
Kedip radarku pasti kan menyala
Sayangnya kali ini ia diam
Lagu ini tidak hanya bicara tentang rindu, tetapi juga tentang harapan kecil lewat detail sekecil memakai atau tidak memakai kacamata di panggung.
Bagi penikmat musik pop dan balada Indonesia, Rabun Jauh bisa menjadi soundtrack yang relevan untuk momen-momen rindu, nostalgia, atau sekadar menikmati vokal Bernadya lewat karya-karya menjelang album keduanya. (*)
Editor : Anita Fitriani