RADAR KUDUS - Rey Bong dan Mawar Eva De Jongh berperan sebagai saudara dalam film drama keluarga berjudul "Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?" yang diambil dari novel karya Khoirul Trian.
Dalam produksi film ini, yang dikerjakan oleh Five Elements Pictures bersamaan dengan beberapa rumah produksi lain, mereka tidak hanya tampil bersama di layar, tetapi juga menjadi inti emosional dari kisah pencarian arah hidup setelah kehilangan sosok ayah yang meskipun ada secara fisik, namun terasa jauh di hati anaknya.
Mawar De Jongh memainkan karakter Dira, anak yang ambisius, tegas, dan bertanggung jawab atas beban hidup yang ditanggung keluarganya.
Dira diharuskan untuk menghadapi tekanan ekonomi dan kenyataan pahit yang selama ini tersembunyi di balik kehidupan keluarga mereka di rumah dan warung soto.
Di sisi lain, Rey Bong berperan sebagai Darin, adik yang cenderung pendiam dan sedang berusaha menemukan jati dirinya di antara konflik keluarga yang ada.
Baca Juga: Dari Novel ke Bioskop: Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? Mengangkat Isu Fatherless
Dalam hubungan ini, Mawar menyebut Rey sebagai "lem hubungan keluarga" karena karakter Darin memiliki kemampuan untuk mencairkan suasana dan meredakan ketegangan di antara anggota keluarga.
Kehadiran Darin sering kali menjadi penyeimbang emosional antara Dira yang tegas dan orang tua yang berjuang dengan cara masing-masing.
Walaupun karakter Dira dan Darin berperan dalam drama keluarga yang cukup berat, chemistry yang terjalin antara Rey Bong dan Mawar De Jongh justru sangat terasa dan alami di layar.
Mawar mengungkapkan bahwa pada awal kolaborasi, ia merasa sedikit canggung melihat Rey yang sangat terbuka dan spontan, bahkan Rey rela bersikap "menggila" di hadapannya, demi menjalin kedekatan emosional.
Untuk mendalami hubungan kakak-adik, mereka melakukan beberapa sesi reading dan pertemuan sebelum mulai syuting.
Baca Juga: Jerome Kurnia Ungkap Peran Barunya sebagai Eksekutif Produser di Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
Mawar mengungkapkan bahwa Rey sangat terbuka dalam mendiskusikan karakter dan latar belakang tokoh, sehingga proses penciptaan chemistry menjadi lebih cepat dan nyaman.
Akhirnya, interaksi antara Dira dan Darin tidak hanya sekadar berbagi dialog, keduanya terlihat terhubung melalui bahasa tubuh, jeda, dan cara saling memberi perhatian yang membuat ikatan mereka sebagai kakak-adik terasa dekat.
"Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?" mengangkat tema tentang kehilangan figur ayah, keberadaan ayah yang meskipun masih ada secara fisik, serta perjuangan anak dalam mencari arah hidup setelah sebuah peristiwa besar yang mengubah segalanya.
Cerita ini terpusat pada seorang anak yang merasa kehilangan "kompas" hidupnya saat ayahnya tidak lagi dapat menjadi panutan, sehingga pertanyaan "arahnya ke mana, ya?" menjadi simbol pencarian makna dan identitas dalam masa transisi.
Baca Juga: Sisca Saras Terjun ke Dunia Horor dalam Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
Dalam keluarga Dira dan Darin, ledakan kompor menjadi titik balik yang melukai ibu mereka dan menyebabkan krisis besar dalam keluarga.
Situasi ini memaksa Dira sebagai anak sulung untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab, sementara Darin menyaksikan perubahan drastis dalam sikap ibu dan ayahnya.
Di tengah konflik internal, ikatan antara kakak dan adik menjadi dukungan untuk saling menguatkan dan menemukan cara untuk bertahan meski arah hidup keluarga tampak berantakan.
Melalui interaksi Dira-Darin, film ini mengajak penonton untuk merenungkan bahwa kasih sayang orang tua tidak selalu tampak atau diungkapkan secara langsung, tetapi seringkali menunjukkan diri dalam bentuk pengorbanan dan pilihan yang mungkin sulit dimengerti di masa kanak-kanak.
Sosok ayah, yang berupaya memberikan kebahagiaan, ketenangan, dan perlindungan untuk keluarganya, menjadi inti dari cerita ini, sekaligus membentuk latar belakang konflik emosional yang memengaruhi sikap Dira dan Darin.
Baca Juga: Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Tayang 2026, Ini Daftar Pemain Film Sekuel Horor Religi
Peran Rey Bong sebagai Darin menjadi bagian yang sangat penting yang "melengkapi" dialog penuh ketegangan antara tokoh lainnya. Sebagai adik, karakternya sering kali menjadi pengamat yang peka terhadap perubahan suasana, tetapi juga mampu meredakan ketegangan dengan cara yang lembut dan kadang-kadang spontan.
Duet Rey Bong dan Mawar De Jongh sebagai kakak-adik dalam "Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?" berhasil menciptakan ikatan yang kuat dalam sebuah drama keluarga yang mengangkat tema kehilangan dan pencarian identitas.
Dari karakter Dira yang ambisius hingga Darin yang tertutup tetapi penuh perhatian, keduanya menjadi dua sisi berbeda dalam cara anak-anak menghadapi ketidakpastian masa depan keluarga.
Menariknya, film ini tidak hanya mengajukan pertanyaan "ke mana arah kehidupan? ", tetapi juga mengingatkan bahwa tujuan itu bisa ditemukan melalui hubungan dengan orang-orang terdekat, termasuk seorang kakak yang tegas dan seorang adik yang berfungsi sebagai ‘lem’ pengikat keluarga yang hancur.
Dengan demikian, peran Rey Bong dan Mawar De Jongh sebagai kakak-adik bukan hanya pelengkap cerita, tetapi juga elemen penting yang membuat narasi "Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? " terasa lebih hangat, manusiawi, dan relevan bagi penonton dari berbagai usia. (*)
Editor : Anita Fitriani