RADAR KUDUS - Jerome Kurnia kembali ke genre horor religius dengan menghidupkan karakter Romo Thomas dalam sekuel film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Setelah sukses membawa reputasinya lewat film horor tentang eksorsisme pertama di Indonesia pada tahun 2024, Jerome kini hadir kembali sebagai seorang pastor muda yang tidak hanya menghadapi trauma dan tantangan keimanan, tetapi juga permasalahan yang lebih kelam dan kejam.
Dalam Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Jerome Kurnia tidak hanya menghidupkan kembali karakter Romo Thomas, tetapi juga melanjutkan perjalanan spiritual.
Sutradara Rizal Mantovani mengembangkan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah sebagai kelanjutan dari cerita sebelumnya, namun dengan konflik yang lebih besar.
Dalam film ini, pertarungan tidak hanya terjadi antara Romo Thomas dan roh jahat yang menguasai tubuh seseorang, melainkan juga melibatkan praktik pesugihan yang berhubungan dengan "perjanjian darah" dan kekuatan gelap.
Jerome Kurnia pun mengakui bahwa tantangan akting kali ini jauh lebih berat, tidak hanya menghadirkan ketegangan fisik di adegan eksorsisme, tetapi juga mengekspresikan keraguan, kelelahan, dan tekad batin yang saling bertentangan dengan halus.
Baca Juga: Feby Febiola Balik ke Bioskop Lewat Film Horor Religi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
Selain menyoroti perjalanan internal Romo Thomas, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga memperkuat hubungan mentor-murid antara Romo Thomas dan Romo Rendra yang diperankan oleh Lukman Sardi.
Dalam film pertama, Rendra muncul sebagai sosok yang lebih berpengalaman dan tegas, sedangkan Thomas masih terlihat rentan dan memerlukan arahan.
Di sekuel ini, hubungan keduanya menjadi semakin mendalam, dengan Jerome Kurnia menampilkan bagaimana Thomas perlahan berusaha menemukan keseimbangan antara ketergantungan pada mentor dan kapasitas mengambil keputusan sendiri.
Kehadiran duo Romo Thomas-Rendra dianggap sebagai salah satu kekuatan utama dari film ini karena dapat menghadirkan konflik iman sebagai pertarungan supranatural dan sebagai diskusi antara dua generasi rohaniwan dengan pandangan yang berbeda.
Jerome Kurnia menyatakan bahwa penonton akan menyaksikan "partnership yang lebih mendalam" antara kedua karakter tersebut, di mana sifat tegas Rendra bertemu dengan kelemahan dan kebimbangan Thomas, yang kemudian berkembang menjadi kolaborasi yang menarik untuk disaksikan.
Baca Juga: Sisca Saras Terjun ke Dunia Horor dalam Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
Apa yang membuat Kuasa Gelap: Perjanjian Darah berbeda dari film pertamanya adalah munculnya tema pesugihan serta kesepakatan darah dengan kekuatan gelap.
Film ini mengangkat premis mencekam, apa yang terjadi ketika praktik pesugihan bersinggungan dengan ritual eksorsisme Katolik? Dalam cerita, pesugihan ditampilkan bukan sekadar sebagai mitos lokal, melainkan sebagai kekuatan gelap yang nyata dan berbahaya, yang menuntut harga “darah” dari siapa saja yang berani menerimanya.
Romo Thomas kembali muncul di garis terdepan, kali ini tidak hanya menghadapi satu sosok yang kerasukan, tetapi juga berbagai perjanjian gelap yang mengancam banyak jiwa.
Jerome Kurnia menjelaskan bahwa proses syuting sekuel ini memaksanya untuk memahami lebih dalam mengenai konsep eksorsisme dalam Katolik, serta cara pesugihan dilihat dari perspektif iman Kristen. Pendekatannya tidak sekadar sebagai aktor, tetapi juga sebagai individu dengan latar belakang Katolik yang memudahkan dirinya meresapi spiritual dari karakter Romo Thomas.
Baca Juga: Beby Tsabina Perankan Emmy Saelan: Angkat Peran Pahlawan Perempuan di Film Sejarah
Selain tampil kembali di depan kamera, Jerome Kurnia juga mengukir langkah baru dalam kariernya dengan menjadi eksekutif produser untuk film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Ini merupakan langkah penting setelah sebelumnya ia dikenal berkat penampilannya yang kuat sebagai Romo Thomas di film pertama, serta berbagai proyek serial dan film lainnya. Sebagai eksekutif produser, ia turut terlibat dalam pengambilan keputusan kreatif, pemilihan tim, hingga pengembangan konsep cerita yang semakin berani dan lebih mengerikan.
Jerome Kurnia berusaha mempertahankan semangat cerita dari film sebelumnya dab menambah kedalaman pada karakter Romo Thomas.
Ia ingin menunjukkan bahwa Romo Thomas tidak hanya kuat secara fisik dan emosional, tetapi juga dapat mencerminkan perjuangan umat yang sedang berhadapan dengan masalah iman di tengah budaya pesugihan dan mitos yang masih kuat di Indonesia.
Melalui Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Jerome Kurnia menghadirkan kembali sosok Romo Thomas di layar lebar dengan tampilan yang baru, bukan lagi sebagai sosok muda yang sedang belajar beriman, tetapi sebagai seorang rohaniwan yang terus diuji kelayakannya dalam pertarungan iman.
Baca Juga: Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Tayang 2026, Ini Daftar Pemain Film Sekuel Horor Religi
Antara iman Katolik, pesugihan, dan perjanjian darah berhasil menciptakan konflik yang lebih menegangkan dan psikologis, di mana setiap keputusan Romo Thomas bisa berakibat fatal atau menyelamatkan banyak jiwa.
Bagi penonton, kemunculan kembali Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas dalam sekuel ini menjadi refleksi tentang keyakinan, konsekuensi dari kekuasaan, dan bagaimana seseorang yang berjalan di jalur iman bisa tetap rentan, tetapi tetap berdiri.
Perannya sebagai aktor dan eksekutif produser, Jerome Kurnia menunjukkan keyakinannya terhadap jalan cerita ini dan ambisius untuk menguatkan identitas Kuasa Gelap sebagai serial horor religius yang berani dan mampu mengangkat tema-tema sensitif dengan tanggung jawab. (An)
Editor : Anita Fitriani