RADAR KUDUS - Aktris Feby Febiola secara kembali ke dunia film melalui film horor bertema religius berjudul "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah" setelah hampir sepuluh tahun vacum dari dunia akting. Kembalinya Feby ke industri hiburan bukan sekadar mengenai langkah karier, tetapi juga merupakan wujud dari doa dan rasa panggilan jiwanya untuk terlibat dalam proyek yang mengusung pesan spiritual.
Bagi banyak pemirsa, kembalinya ini adalah momen yang ditunggu-tunggu, mengingat Feby dikenal sebagai sosok yang tangguh, telah melewati perjalanan panjang dalam berakting, serta mengalami perjuangan hidup.
Feby Febiola sudah cukup lama tidak muncul di dunia perfilman Indonesia, dengan kehadirannya di layar lebar yang sangat jarang terlihat dalam sepuluh tahun terakhir.
Kembalinya melalui "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah" pun menjadi perhatian karena dipandang sebagai tahap baru dalam kariernya, sekaligus menunjukkan bahwa ketekunan dan keyakinan mampu membuka peluang baru.
Baca Juga: Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Tayang 2026, Ini Daftar Pemain Film Sekuel Horor Religi
Berdasarkan beberapa laporan, Feby mengatakan bahwa ia tidak melakukan persiapan rumit untuk kembali berakting, meskipun ia sangat mempertimbangkan naskah dan pesan film ini sebelum memutuskan untuk menerima tawaran peran itu.
Pemilihan tema spiritual dan horor dipandang sangat relevan dengan perjalanan spiritual yang selama ini menjadi bagian dari hidup Feby.
Ia menyatakan bahwa menonton film "Kuasa Gelap" yang pertama kali memberinya inspirasi: ada momen emosional yang membuatnya menangis dan berdoa, meminta Tuhan untuk diizinkan terlibat dalam karya serupa. Saat tawaran untuk "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah" tiba, ia merasakan itu sebagai jawaban atas doa-doa yang telah ia panjatkan.
Dalam "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah", Feby Febiola berperan sebagai Linda, seorang perempuan beriman yang menghadapi berbagai tantangan dan ujian yang menguji keyakinan serta tekadnya. Film ini mengangkat tema pesugihan melalui lensa iman Katolik, dengan latar belakang konflik spiritual antara kekuatan gelap dan kekuatan iman yang direpresentasikan oleh tokoh rohani dan tokoh awam seperti Linda.
Baca Juga: Sisca Saras Terjun ke Dunia Horor dalam Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
Feby mengungkapkan bahwa peran ini cukup menantang karena ia harus menunjukkan sisi yang rentan sekaligus kuat dari seorang perempuan yang berusaha bertahan di tengah bayangan teror gaib dan godaan pesugihan.
Namun, di sisi lain, ia merasa diberdayakan oleh proses tersebut, karena banyak adegan yang mengingatkannya bahwa kekuatan iman sering teruji dalam situasi paling kelam.
"Kuasa Gelap: Perjanjian Darah" merupakan lanjutan dari film horor religius “Kuasa Gelap” yang dirilis pada tahun 2024 dan kemudian tersedia di platform streaming Netflix.
Sekuel ini disutradarai oleh Rizal Mantovani dengan premis yang lebih luas dan konflik spiritual, salah satunya melalui konfrontasi antara praktik pesugihan dan ritual eksorsisme Katolik. Karakter Romo Thomas dan Rendra menjadi pusat dari konflik ini, sementara karakter seperti Linda yang diperankan oleh Feby berperan sebagai sosok awam yang terlibat dalam lingkaran teror dan pertarungan iman.
Selain Feby Febiola, film ini juga menghadirkan sejumlah nama terkenal dalam industri perfilman Indonesia seperti Lukman Sardi, Ferry Salim, Jerome Kurnia, Kiki Narendra, serta beberapa aktor terkenal lainnya.
Penggabungan para tokoh senior ini menambah daya tarik, sebab menjanjikan sebuah pertunjukan akting yang harmonis antara karakter rohani, tokoh yang menjadi korban praktik pesugihan, dan sosok yang terjebak dalam kekuatan gaib.
Baca Juga: Beby Tsabina Perankan Emmy Saelan: Angkat Peran Pahlawan Perempuan di Film Sejarah
Salah satu alasan Feby Febiola menerima tawaran ini adalah keyakinannya bahwa film ini tidak sekadar mengandalkan "jump scare", melainkan juga menyampaikan pesan tentang iman, ketekunan, dan akibat dari pilihan jalan pintas seperti pesugihan.
Ia beberapa kali mengingatkan bahwa horor yang hanya bermain di efek ketakutan sesaat cepat memudar, sementara karya yang mengandung pesan spiritual memiliki daya ingat yang jauh lebih lama bagi penonton.
Feby melihat keterlibatannya dalam "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah" sebagai bentuk pelayanan yang dilakukannya melalui seni peran.
Ia berharap film ini tidak hanya membuat penonton merasa tegang di bioskop, tetapi juga mendorong mereka untuk merenungkan nilai-nilai kepercayaan, tanggung jawab moral, dan konsekuensi dari keputusan yang mereka ambil dalam hidup.
Baca Juga: Danur: The Last Chapter Raih 2 Juta Penonton, Jadi Salah Satu Film di Momen Lebaran Paling Sukses
Kembalinya Feby Febiola ke dunia film lewat "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah" dapat dipandang sebagai awal baru dalam kariernya, sekaligus sebagai refleksi dari perjalanan hidupnya yang penuh ujian dan pemulihan.
Feby memilih untuk berperan dalam film horor religi yang mengangkat tema pesugihan dan konflik iman, ia menunjukkan bahwa kembali tampil bukan hanya sekadar muncul di depan kamera, tetapi juga seputar relevansi pesan yang diusung melalui karakter yang ia mainkan.
Bagi penonton Indonesia, Film "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah", ini menunjukkan bahwa doa, keteguhan, dan iman dapat membuka kembali peluang di tengah jalan yang sebelumnya tampak gelap.
Kembalinya ia ke layar lebar menjadi moment yang bukan hanya menggembirakan bagi penggemar film horor, tetapi juga bagi mereka yang mengikuti perjalanan pribadinya sebagai sosok yang tangguh dan beriman. (An)
Editor : Anita Fitriani