Pencapaian ini dicatat oleh laman independen Cinepoint pada 10 Maret 2026, sekitar 103 hari sejak film ini tayang perdana pada 27 November 2025, dengan total penonton mencapai 10.980.141 tiket dari seluruh jaringan bioskop nasional.
Keberhasilan ini bukan hanya melampaui film Indonesia sebelumnya, tetapi juga meruntuhkan dominasi film Hollywood yang bertahan hampir tujuh tahun.
Sejak hari pertama penayangan, Agak Laen 2 langsung mencuri perhatian dengan menarik lebih dari 270 ribu penonton, dan terus melonjak hingga mencapai 5 juta penonton hanya dalam 11 hari tayang.
Pada hari ke-15, angka itu tembus 6 juta, diikuti 9,2 juta menjelang akhir Desember 2025, sebelum akhirnya melewati 10 juta di awal 2026.
Puncaknya, pada Jumat 2 Januari 2026, film ini menggeser posisi Jumbo (10.233.002 penonton) sebagai film Indonesia terlaris, dan terus bertambah hingga menyalip Avengers: Endgame yang sebelumnya memegang rekor 10.976.338 penonton sejak 2019.
Film ini juga bertahan lebih lama di bioskop dibandingkan KKN di Desa Penari (90 hari), dengan umur tayang lebih dari 100 hari yang membuat posisinya sulit tergeser.
Agak Laen 2 tidak hanya mengungguli Jumbo dan KKN di Desa Penari, tapi juga Agak Laen pertama sukses dengan 9,127.602 penonton setelah 98 hari tayang.
Bahkan pada 14 Desember 2025, film ini sudah tembus 7,5 juta penonton dalam 18 hari, melampaui Pengabdi Setan 2.
Disutradarai Muhadkly Acho, Agak Laen 2 melanjutkan petualangan kuartet komika Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga.
Yang kali ini berprofesi sebagai detektif gagal menyusup ke panti jompo untuk menangkap buronan anak wali kota.
Humor khas keseharian yang dekat dengan masyarakat Indonesia, dikemas lebih matang, kompleks, dan berani dibanding sekuel sebelumnya, penonton bergelak tawa di bioskop.
Kesuksesan sekuel ini melanjutkan momentum Agak Laen pertama yang jadi komedi terlaris dengan humor autentik.
Pencapaian Agak Laen 2 menandai pertama kalinya film Indonesia menumbangkan rekor blockbuster Hollywood di box office lokal, menjadi kebanggaan tim produksi Imajinari dan sinyal kebangkitan industri sinema nasional.
Dengan penonton masih terus bertambah hingga Maret 2026, film ini diprediksi mempertahankan posisi puncak dalam waktu lama.
Film ini menginspirasi produksi komedi berkualitas tinggi ke depan. Fenomena ini juga mencerminkan selera penonton Indonesia yang lebih memilih film lokal autentik daripada impor global.
Editor : Ali Mustofa