Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Polemik Album 'EKLEKTIKO': Isyana Sarasvati Dituding Terlibat Iluminati, Sang Suami Angkat Bicara

Ghina Nailal Husna • Sabtu, 7 Maret 2026 | 16:04 WIB

Isyana Sarasvati dituding terlibat Illuminati (@isyanasarasvati)
Isyana Sarasvati dituding terlibat Illuminati (@isyanasarasvati)

RADAR KUDUS – Industri musik Tanah Air tengah dihebohkan oleh spekulasi liar yang menerpa penyanyi solo berbakat, Isyana Sarasvati.

Peluncuran album terbarunya yang bertajuk EKLEKTIKO justru memicu kontroversi di jagat maya.

Sejumlah warganet melontarkan tudingan serius bahwa Isyana terlibat dalam organisasi rahasia Iluminati hingga menyisipkan unsur satanic dalam karya seni visualnya.

Tudingan ini bermula dari interpretasi bebas para netizen terhadap konsep artistik, simbolisme, serta estetika visual yang diusung Isyana dalam promosi dan video musik di album teranyar tersebut.

Bagi sebagian orang, eksplorasi seni Isyana yang kini lebih berani dan eksperimental dianggap "tidak lazim" dan diasosiasikan dengan simbol-simbol okultisme.

Menanggapi bola salju fitnah yang semakin membesar, suami Isyana Sarasvati, Rayhan Maditra, akhirnya tidak tinggal diam.

Melalui sebuah unggahan emosional di platform Threads, Rayhan mengungkapkan kekecewaannya terhadap fenomena "penghakiman visual" yang menimpa istrinya.

Rayhan menegaskan bahwa setiap elemen dalam EKLEKTIKO lahir dari kemurnian ide dan kejujuran Isyana sebagai seorang musisi yang terus berevolusi.

Ia menyayangkan sikap sebagian publik yang lebih memilih melakukan cocoklogi simbol ketimbang mendalami makna filosofis di balik lirik dan komposisi musiknya.

"Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda," tulis Rayhan dalam unggahannya.

Sebagai sosok yang mendampingi proses kreatif Isyana, Rayhan merasa perlu meluruskan narasi yang berkembang.

Ia menilai bahwa stigma negatif ini muncul karena kurangnya pemahaman terhadap ekspresi seni yang bersifat progresif.

Baginya, menyeret karya seni ke ranah konspirasi gelap adalah sebuah langkah mundur dalam mengapresiasi musik.

Di akhir pernyataannya, Rayhan menyampaikan doa dan harapan agar keluarganya, khususnya Isyana, diberikan kekuatan dalam menghadapi gelombang tudingan ini.

"Semoga kita semua senantiasa dijauhkan dari berbagai bentuk fitnah," tambah pria yang berprofesi sebagai dokter tersebut.

Kasus yang menimpa Isyana ini seolah mengingatkan publik pada fenomena Satanic Panic yang sering menyerang musisi-musisi dunia ketika mereka mencoba keluar dari zona nyaman estetika arus utama.

Isyana, yang dikenal dengan latar belakang musik klasik dan kini merambah ke genre progressive rock serta metal, memang kerap menampilkan visual yang teatrikal dan gelap sebagai representasi pergolakan batin dan emosi manusia.

Dukungan pun mulai mengalir dari para penggemar setia dan sesama rekan musisi. Mereka berpendapat bahwa kebebasan berekspresi dalam seni tidak seharusnya dibatasi oleh ketakutan-ketakutan tak berdasar yang bersumber dari teori konspirasi.

Hingga saat ini, Isyana Sarasvati sendiri tampak masih fokus pada promosi karya terbarunya dan memilih untuk membiarkan musiknya yang berbicara, sementara sang suami menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas nama baik sang istri. (*)

Editor : Ali Mustofa
#abadhi #isyana sarasvati