RADAR KUDUS - Aktris populer Tiongkok, Zhao Lusi, menjadi pusat perhatian setelah terlihat berjualan kue tart telur di pasar malam desa Bo Hoi, Teluk Yanlong, Sanya.
Tanpa riasan dan hanya mengenakan topi hijau serta celemek bermotif bunga, ia berdiri di samping kompor arang, memanggang kue di tengah keramaian pengunjung.
Kehadirannya pertama kali disadari pelanggan yang mengenali wajahnya.
Zhao Lusi hanya tersenyum sebagai konfirmasi dan bahkan menawarkan tusuk sate manisan buah hawthorn sebagai tambahan. Momen tersebut dengan cepat menyebar di media sosial.
Baca Juga: Shin Eunsoo dan Yoo Seonho Resmi Pacaran, Agensi Beri Konfirmasi
Menurut laporan, dalam waktu tiga jam kios tersebut berhasil menjual 87 kue tart telur dengan total pemasukan 609 yuan.
Celemek yang dipenuhi noda tepung dan gula menunjukkan bahwa ia terlibat langsung dalam seluruh proses, mulai dari mengaduk adonan hingga melayani pembeli.
Di balik kompor arang yang terus menyala, Zhao Lusi terlihat cekatan menyendok adonan, memutar pergelangan tangan untuk membentuk pinggiran kue yang tipis, lalu menaburkan kacang panggang serta acar lobak pedas di atasnya.
Saat seseorang memberi tahu bahwa dahinya terkena adonan, ia hanya menyeka dengan lengan baju dan melanjutkan pekerjaannya.
Salah satu detail kecil yang menarik perhatian warganet adalah ketika ia secara refleks memindahkan label harga 7 yuan ke posisi yang lebih mudah terlihat saat pembeli mulai memadati kios—gerakan yang dianggap mirip pedagang berpengalaman.
Tanpa pengawal atau asisten, ia bahkan terlihat berjongkok di trotoar setelah menutup kios, menikmati sisa kue bersama temannya.
Baca Juga: Sinopsis “Can This Love Be Translated?”, Kisah Penerjemah yang Kesulitan Membaca Bahasa Hati
Sebenarnya, Zhao Lusi pernah mengungkapkan dalam siaran langsung Agustus 2025 bahwa jika tidak menjadi artis, ia ingin membuka warung makan.
Ia juga diketahui pernah menyewa kios di kantin sekolah saat masih kuliah untuk menjual pangsit khas kampung halamannya.
Namun, kemunculannya kali ini memicu perdebatan. Sebagian warganet menilai aktivitas tersebut bisa menjadi bagian dari proses pemulihan setelah perselisihan kontrak dan masalah kesehatan yang dialaminya pada 2025.
Aktivitas fisik ringan dan interaksi langsung dengan pelanggan dianggap memberi dampak positif.
Di sisi lain, ada pula yang menyoroti tata letak konter, penggunaan kode QR pribadi untuk pembayaran, serta keberadaan kamera yang merekam aktivitas tersebut sebagai indikasi acara yang telah dirancang sebelumnya.
Terlepas dari pro dan kontra, dampaknya terhadap pasar malam tidak dapat dipungkiri.
Penjual kue herbal di sebelah kios Zhao Lusi mengaku jumlah pelanggan malam itu meningkat sekitar 30 persen dibanding akhir pekan biasa.
Banyak pembeli bahkan membeli beberapa kue hanya untuk mendapatkan kesempatan berbincang lebih lama dengannya.
Keramaian yang membludak membuat pengelola pasar meminta kios-kios tutup lebih awal, sekitar pukul 1 pagi.
Meski keuntungan bersih yang diperoleh diperkirakan hanya beberapa ratus yuan—jumlah yang kecil bagi seorang bintang papan atas—momen tersebut berhasil menarik perhatian media luas dan kembali menempatkan Zhao Lusi di pusat perbincangan publik.
(rani)
Editor : Ali Mustofa