RADAR KUDUS - Film anak berjudul “Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua” karya sutradara Anggi Frisca dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia pada 5 Februari 2026.
Film ini mengusung perpaduan genre musikal dan petualangan dengan latar upaya pelestarian hutan.
Lebih dari sekadar tontonan, film ini dihadirkan sebagai gerakan edukasi dan sosial yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal, kepedulian lingkungan, serta pesan inspiratif bagi anak-anak agar lebih mencintai alam dan budaya Nusantara.
Baca Juga: Film Religi “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?” Hadir di Bioskop 29 Januari 2026
Anggi Frisca menyampaikan bahwa film ini ingin mengingatkan masyarakat bahwa kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari alam.
Menurutnya, keberadaan hutan dan pepohonan memiliki peran besar dalam menjaga keselamatan manusia, terutama saat terjadi bencana alam.
Ia berharap karakter Tegar dan Maira dapat menjadi teladan bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Cerita film ini mengikuti perjalanan Tegar yang bertemu dengan Maira, seorang gadis berusia 12 tahun dari Papua.
Meski berasal dari latar belakang berbeda, keduanya menjalin persahabatan dan terlibat dalam petualangan yang mengubah cara pandang mereka terhadap alam, keberanian, dan perjuangan masyarakat adat dalam menjaga hutan sebagai sumber kehidupan.
Diproduksi oleh Aksa Bumi Langit, proses pengambilan gambar dilakukan langsung di wilayah pedalaman Papua.
Seluruh tahapan produksi melibatkan kolaborasi erat dengan masyarakat adat, para kepala suku, serta seniman lokal guna menjaga keaslian cerita dan budaya yang diangkat.
Baca Juga: Suzzanna 3 Hadirkan Wajah Manusia di Balik Legenda Horor
Film ini dibintangi oleh M Aldifi Tegarajasa, Elisabet Sisauta, dan Joanita Chatarine. “Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua” menyatukan unsur dongeng, musik, dan keindahan alam Papua dalam satu alur cerita yang menyentuh.
Joanita Chatarine, penyanyi sekaligus aktris asal Papua, memerankan tokoh utama Maira dan berperan penting dalam pengembangan musik film.
Bersama para musisi lokal dan nasional, ia menciptakan musik orisinal yang memadukan irama tradisional Papua dengan sentuhan orkestrasi modern.
Anggi Frisca menambahkan bahwa musik menjadi media komunikasi yang kuat.
Ia menilai banyak anak di Papua memiliki kepekaan terhadap nada meski keterbatasan akses literasi masih ada, sehingga musik menjadi bahasa universal untuk menyampaikan pesan tentang alam, budaya, dan emosi.(laura)
Editor : Ali Mustofa