Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Film Jangan Buang Ibu Tayang 2026, Angkat Luka Seorang Ibu yang Terlupakan

Redaksi Radar Kudus • Senin, 5 Januari 2026 | 15:50 WIB
Photo
Photo

RADAR KUDUS - Film Jangan Buang Ibu dipastikan akan menghiasi layar bioskop pada tahun 2026.

Meski jadwal rilis resminya belum diumumkan, kehadiran film ini sudah menarik perhatian publik sejak proses produksinya dimulai.

Hadrah Daeng Ratu dipercaya sebagai sutradara, sementara Leo Pictures bertindak sebagai rumah produksi.

 

Baca Juga: Sekuel “5cm: Revolusi Hati” Siap Hadir, Penggemar Harap Pemeran Lama Kembali

Kolaborasi keduanya diharapkan mampu menghadirkan film drama keluarga yang kuat secara emosional dan relevan dengan realitas sosial.

Proses pengambilan gambar sendiri telah dimulai sejak akhir 2025, menandai keseriusan proyek ini untuk segera dirampungkan.

Film ini diadaptasi dari novel Jangan Buang Ibu Nak karya Wahyu Dera Priangga, sebuah karya yang dikenal menyentuh sisi batin pembacanya.

Versi layar lebarnya berupaya mengangkat kembali nilai-nilai tentang pengorbanan orang tua, khususnya seorang ibu, yang kerap luput dari perhatian anak-anaknya.

Kisah berpusat pada sosok Ristiana, seorang ibu tunggal yang mengabdikan hidupnya untuk membesarkan tiga anak setelah ditinggal sang suami.

 

Baca Juga: Film “Patah Hati yang Kupilih” Rilis Trailer Resmi, Sorot Dilema Cinta Prilly Latuconsina dan Bryan Domani

Bertahun-tahun berjuang dalam keterbatasan, ia justru menghadapi kenyataan pahit di usia senja ketika anak-anaknya memilih menitipkannya di sebuah panti jompo.

Di tempat itulah Ristiana bergulat dengan rasa sepi, luka batin, dan perasaan ditinggalkan oleh keluarga yang ia cintai sepenuh hati.

Melalui perjalanan emosional tokoh utama, film ini menyoroti makna cinta tanpa syarat dan pengorbanan seorang ibu.

Cerita tersebut juga menjadi refleksi sosial tentang bagaimana masyarakat memandang orang tua yang telah lanjut usia, sekaligus mengajak penonton untuk kembali menumbuhkan empati dan rasa hormat kepada mereka.

Untuk jajaran pemeran, Nirina Zubir dipercaya memerankan Ristiana. Perannya menuntut pendalaman emosi yang kuat, mulai dari ketegaran, kasih sayang, hingga kepedihan seorang ibu yang merasa tak lagi dibutuhkan.

Refal Hady hadir sebagai Tama, anak yang merepresentasikan sikap menjauh dan pengabaian, sementara Amanda Manopo memerankan Dewi, sosok anak yang terjebak konflik batin antara tanggung jawab dan kepentingan pribadi.

Film ini juga diperkuat oleh kehadiran aktor lain seperti Saputra Kori, Basmalah Gralind, dan Dwi Sasono, yang masing-masing memberikan dimensi tambahan pada cerita dan memperkaya konflik dalam kehidupan Ristiana.(laura)

Editor : Ali Mustofa
#Drama keluarga Indonesia #nirina zubir #Kisah ibu tunggal #Film adaptasi novel #Jangan Buang Ibu