RADAR KUDUS - Dalam lanskap perfilman Indonesia, Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t menghadirkan pendekatan yang terbilang tak lazim.
Film ini menampilkan sosok presiden yang dibuat kalang kabut bukan oleh krisis ekonomi atau tekanan politik, melainkan oleh ancaman santet.
Premis tersebut terasa ganjil sekaligus menggelitik. Ketidaklaziman ini semakin kuat karena tokoh presiden diperankan oleh komedian Cak Lontong, yang dikenal dengan gaya humor logis namun absurd.
Baca Juga: Film Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t Siap Guncang Layar Lebar Akhir Desember 2025
Dalam cerita, presiden digambarkan kebingungan menghadapi gangguan mistis yang menyerang lingkaran pejabat istana.
Kisah bermula dari kabar mengejutkan bahwa salah satu anggota kabinet menjadi korban praktik klenik.
Situasi ini membuat sistem keamanan negara yang serba canggih justru kewalahan menghadapi ancaman tak kasatmata, sesuatu yang tak terjangkau oleh perangkat intelijen modern.
Bagi Cak Lontong, peran sebagai kepala negara menjadi babak baru dalam perjalanan karakternya di semesta Comic 8.
Ia sebelumnya dikenal sebagai tokoh kriminal dengan nalar berbelit di film pertama, lalu menjelma pengusaha eksentrik di Comic 8: Casino Kings.
Kini, ia dipercaya memerankan figur pemegang kekuasaan tertinggi yang justru lebih yakin pada nasihat spiritual dibandingkan strategi militer.
Andre Taulany di pusat cerita
Ketika isu santet mencuat, alur film membawa penonton masuk ke dunia perdukunan yang dikomandoi Andre Taulany.
Aktor dan komedian ini kembali tampil sebagai figur yang lekat dengan praktik mistis, kali ini dengan posisi lebih sentral.
Andre memerankan Ki Bagus, seorang dukun dengan reputasi mentereng, ditemani Hesti Purwadinata sebagai Nyi Gendis, pasangan sekaligus rekan setianya.
Demi membangun chemistry sebagai pasangan romantis, keduanya menjalani proses syuting intens hingga harus menghabiskan banyak waktu bersama di luar pengambilan gambar.
Hasilnya, hubungan Ki Bagus dan Nyi Gendis tampil cair dan natural di layar, menjadi salah satu sumber humor sekaligus penggerak cerita sepanjang film.
Sentuhan baru dari Fajar Bustomi
Seri Comic 8 Revolution juga menandai perubahan penting di balik layar. Kursi sutradara kini dipegang Fajar Bustomi, menggantikan Anggy Umbara.
Kehadiran Fajar membawa nuansa segar tanpa meninggalkan ciri khas aksi dan komedi yang sudah melekat pada waralaba ini.
Berbekal pengalaman panjang dari berbagai lini produksi hingga film populer, Fajar mampu menyajikan adegan aksi yang tetap eksplosif namun tertata rapi secara visual.
Meski mengusung cerita absurd, kualitas produksi tetap dijaga dengan disiplin tinggi.
Pendekatan tersebut menuntut totalitas para pemain.
Beberapa aktor harus menjalani adegan ekstrem, mulai dari tantangan fisik hingga kondisi lokasi syuting yang cukup berat, termasuk pengambilan gambar di wilayah kepulauan dengan medan perjalanan yang menantang.
Baca Juga: Cerita di Balik Layar Comic 8: Pengorbanan Aktor Demi Tawa Penonton
Regenerasi komika utama
Salah satu keputusan paling berani dalam Comic 8 Revolution adalah melakukan regenerasi pemeran utama.
Sebanyak sebelas komika baru hasil audisi ketat dipercaya mengemban peran sentral, menggantikan generasi sebelumnya yang telah melekat kuat di benak penonton.
Para komika muda ini menjalani pelatihan intensif selama satu bulan untuk mematangkan kemampuan akting, komedi, dan adegan aksi.
Kehadiran mereka berdampingan dengan aktor senior menciptakan dinamika baru yang memberi kesegaran pada keseluruhan film.
Lewat kombinasi parodi politik, humor klenik, aksi, serta regenerasi pemain, Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t menegaskan upayanya membuka era baru dalam semesta Comic 8.(laura)
Editor : Ali Mustofa