Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ketika Fans Jadi Agresif: Kasus Somethinc vs ARMY dan Refleksi tentang Batas Fanatisme

Fadlilatun Naila • Minggu, 9 November 2025 | 20:15 WIB
Tangkapan layar unggahan akun RM Protect Indonesia yang mengajak ARMY untuk memboikot dan memblokir produk Somethinc di Twitter (X), awal memanasnya konflik antara fans K-pop dan brand lokal tersebut
Tangkapan layar unggahan akun RM Protect Indonesia yang mengajak ARMY untuk memboikot dan memblokir produk Somethinc di Twitter (X), awal memanasnya konflik antara fans K-pop dan brand lokal tersebut

RADAR KUDUS—Media sosial kembali dihebohkan dengan kisruh antara akun resmi brand kosmetik lokal Somethinc dan sejumlah penggemar K-pop, khususnya ARMY fans dari grup BTS.

Awalnya, komedian Gilang Bhaskara atau Gilbhas menuliskan cuitan sederhana, "Indy Barends."

Tak disangka, akun resmi Somethinc membalasnya dengan komentar ringan bernada candaan, “UDAAAAH BANG...."

Namun, situasi berubah panas ketika sejumlah penggemar BTS menganggap balasan itu tidak pantas, karena nama Indy Barends tengah viral lantaran disebut-sebut mirip dengan RM (Kim Namjoon), salah satu anggota BTS.

Akibatnya, akun Somethinc langsung diserang oleh sejumlah akun ARMY di X (Twitter). Tagar boikot pun mulai bermunculan, hingga akun fandom “RM Protect Indonesia” mengimbau para penggemar untuk report dan block akun brand tersebut.

Sayangnya, aksi ini tak berhenti di Twitter saja. Serangan juga merambah ke sesi live shopping di Shopee, di mana para host dan admin Somethinc menjadi sasaran perundungan dan komentar kasar.

Banyak netizen menilai tindakan itu sudah melampaui batas, bukan lagi bentuk pembelaan terhadap idola, melainkan bentuk harassment terhadap pekerja yang hanya menjalankan tugasnya.

Salah satu suara yang cukup keras datang dari pengguna X, @IamPrasPraseja, yang menulis thread panjang tentang fenomena ini. Ia menyoroti bagaimana sebagian ARMY Indonesia dinilai gagal mengontrol emosi dan kehilangan rasionalitas.

Menurutnya, jika seseorang sampai tidak bisa membedakan antara kritik dan penghinaan, lalu merespons dengan serangan personal dan fitnah, itu pertanda kurangnya psychological mindedness yaitu kemampuan memahami pikiran dan perilaku diri sendiri secara rasional.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa para fans kerap memproyeksikan kebencian atau pikiran negatif mereka kepada pihak lain.

Padahal secara objektif, admin Somethinc tidak melakukan penghinaan terhadap RM. Tapi mereka memilih untuk tetap jahat dan ignorant,” tulisnya.

Ia juga mengingatkan bahwa fitur likes di Twitter sudah disembunyikan oleh Elon Musk, jadi tuduhan admin menyukai tweet hinaan terhadap RM jelas tidak berdasar.

 Baca Juga: Semakin Kurus, Kondisi Jungkook BTS Picu Kekhawatiran Besar di Kalangan Army

Kasus ini menjadi refleksi penting tentang batas antara cinta dan fanatisme. Dukungan pada idola tentu sah dan wajar, tapi ketika sudah berubah menjadi serangan terhadap orang lain, itu bukan lagi bentuk cinta, melainkan kehilangan kendali diri.

Kita perlu mengingat bahwa di balik setiap akun, ada manusia yang bekerja, bernapas, dan berjuang. Media sosial seharusnya jadi ruang berbagi, bukan arena persekusi.

Mungkin sudah saatnya kita belajar menjadi penggemar yang sehat dan tahu kapan harus bangga, dan kapan harus berhenti.

Editor : Mahendra Aditya
#RM #kim nam joon #army #bts #Somethinc