Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Julia Prastini Akui Salah, Daehoon Pilih Diam, Netizen: "Jangan Balikan Sama Mbaknya Plisss..."

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 26 Oktober 2025 | 23:49 WIB

Julia Prastini
Julia Prastini

RADAR KUDUS - Setelah berminggu-minggu menghilang dari media sosial, Julia Prastini akhirnya muncul kembali — bukan lewat foto glamor atau video endorse seperti biasanya, melainkan lewat tulisan sederhana di latar hitam.

Unggahan itu terasa lebih berat dari sekadar permintaan maaf; ia seperti pengakuan dosa seorang perempuan yang sedang berusaha menebus kesalahan.

“Banyak hal yang beredar tentang kehidupan pribadi saya. Saya tidak mau mengelak,” tulisnya dalam unggahan Instagram @juliaprt7 pada Minggu (26/10/2025).

Dengan nada yang tenang namun sarat sesal, Julia mengakui kesalahannya dan memohon maaf kepada keluarga, teman, hingga para pengikutnya.

Bagi publik, ini adalah momen yang lama dinanti — penampilan pertama Julia setelah isu perselingkuhan dengan Safrie Ramadhan mengguncang rumah tangganya dengan Na Daehoon.

Penyesalan yang Terucap Tanpa Pembelaan

Tidak seperti banyak figur publik lain yang mencoba membenarkan diri, Julia memilih menunduk dan menanggung konsekuensinya.
“Permasalahan ini murni kesalahan saya,” tulisnya tegas.
Ia bahkan menegaskan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam persoalan pribadinya.

Kalimat berikutnya menjadi bagian paling emosional dari surat itu:
“Dari hati yang paling dalam, saya meminta maaf kepada Daehoon dan anak-anak saya — Junho, Eunho, dan Jena.”

Tidak ada pembenaran. Tidak ada alasan. Hanya penyesalan.
Julia menulis bahwa ia sadar kepercayaan adalah sesuatu yang sulit dibangun kembali, namun berjanji untuk belajar dari semua kesalahan itu.

Sebuah pengakuan yang sederhana, namun menyakitkan bagi siapa pun yang membacanya — terutama bagi Daehoon.

Na Daehoon dan Julia Prastini
Na Daehoon dan Julia Prastini

Tanda-Tanda Sebelum Permintaan Maaf

Sebelum unggahan itu muncul, para pengikut setianya sebenarnya sudah merasakan ada sesuatu yang berubah. Bio Instagram-nya tiba-tiba kosong, nama anaknya dihapus, dan seluruh aktivitas daring berhenti seketika.

Publik menafsirkan ini sebagai tanda keterpurukan emosional.

“Bio-nya kosong, seakan dia mau menghapus masa lalunya,” tulis salah satu warganet di X (Twitter).

Tidak lama setelah itu, beredar foto-foto Julia bersama Safrie Ramadhan — foto yang menjadi awal dari badai besar.

Di tengah banjir komentar dan spekulasi, Julia memilih diam. Dan diamnya itu justru menjadi bahan bakar bagi publik untuk terus berspekulasi.
Barulah ketika surat hitam putih itu muncul, keheningan panjangnya berakhir.

Sementara Julia menghadapi kritik dan hujatan, Na Daehoon justru menunjukkan sikap yang kontras — tenang, terukur, dan tanpa drama.

Melalui unggahan singkat di Instagram Story dan TikTok-nya, ia hanya menulis:
“Terima kasih atas semua dukungan dan perhatian. Tolong, jangan libatkan anak-anak kami.”

Tidak ada sindiran, tidak ada amarah, tidak ada air mata publik.

Justru di balik ketenangan itulah publik menemukan kekuatan seorang ayah dan suami yang memilih menjaga martabat keluarganya daripada memperuncing luka.

Daehoon juga menyampaikan bahwa ia akan beristirahat sejenak dari dunia maya.

“Saya butuh waktu untuk menenangkan diri, dan akan kembali dengan senyum seperti biasa.”
Kalimat itu terdengar sederhana, namun menyiratkan kedalaman luka yang hanya bisa dipahami oleh orang yang pernah mengalaminya.

Sejak surat Julia muncul, linimasa media sosial dibanjiri reaksi.

Sebagian besar publik menaruh simpati kepada Daehoon. Mereka melihatnya sebagai sosok laki-laki yang kuat dan berjiwa besar di tengah badai penghinaan publik.

Namun, tidak sedikit pula yang mulai melunak terhadap Julia.
Beberapa menganggap permintaan maafnya tulus, sebuah langkah awal untuk memperbaiki diri.

“Setidaknya dia berani mengakui kesalahan. Itu butuh keberanian,” tulis salah satu komentar dengan ribuan likes.

Kisah keduanya pun menjadi bahan refleksi publik — bagaimana kesetiaan diuji, bagaimana maaf bukan sekadar kata, melainkan keputusan hati yang paling dalam.

Permohonan maaf Julia Prastini atas dugaan perselingkuhannya di unggahan story Instagram
Permohonan maaf Julia Prastini atas dugaan perselingkuhannya di unggahan story Instagram

Antara Maaf dan Perpisahan

Pertanyaan besar kini muncul: akankah Daehoon memaafkan Julia?

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari keduanya mengenai status hubungan mereka.

Namun beberapa sumber menyebut, komunikasi masih berjalan, meskipun dalam jarak yang hati-hati.

“Julia masih berusaha memperbaiki hubungan. Ia tahu kepercayaannya sulit dipulihkan, tapi dia tidak ingin menyerah,” ujar seorang sumber dekat pasangan itu.

Publik pun terbelah: sebagian berharap Daehoon memberi kesempatan kedua, sebagian lain menganggap luka itu terlalu dalam untuk disembuhkan.

Namun satu hal pasti — keduanya sedang mencoba menata ulang hidup dengan cara mereka sendiri.

Julia Prastini dulu dikenal sebagai sosok “ibu muda panutan” — dengan citra keluarga harmonis dan karier gemilang di dunia digital.

Kini, label itu runtuh hanya dalam hitungan hari.
Ia kehilangan kontrak kerja, kehilangan kepercayaan publik, bahkan hampir kehilangan keluarga yang selama ini menjadi sumber kekuatannya.

Namun langkah kecilnya untuk meminta maaf terbuka dipandang sebagian pihak sebagai sinyal kebangkitan.

“Dalam dunia digital, mengakui kesalahan di depan jutaan mata bukan kelemahan — itu keberanian,” ujar seorang pakar komunikasi publik.

Keterbukaan Julia bisa menjadi titik balik, bukan hanya untuk reputasinya, tapi juga bagi figur publik lain yang terjebak dalam kesalahan serupa.

Baca Juga: Na Daehoon Akhirnya Angkat Bicara Soal Skandal Jule: “Saya Bertahan Demi Tiga Malaikat Kecil”

Na Daehoon
Na Daehoon

Daehoon, Simbol Ketenangan di Tengah Krisis

Di tengah semua kekacauan ini, Daehoon menjadi sosok yang paling disorot — bukan karena kemarahan, melainkan karena ketenangannya.

Ia memilih melindungi anak-anaknya dari sorotan dan meminimalkan drama yang bisa memperburuk situasi.

Sikap ini membuat banyak orang menaruh hormat kepadanya.

“Daehoon bukan hanya korban, tapi contoh nyata kedewasaan emosional,” tulis seorang psikolog keluarga di media sosial.

Daehoon mengajarkan bahwa menghadapi skandal bukan berarti harus membalas luka dengan kebisingan publik.
Kadang, diam justru menjadi cara paling kuat untuk menjaga martabat.

Meski hubungan mereka sedang di ujung tanduk, publik masih menyimpan secercah harapan bahwa keduanya bisa menemukan kedamaian — bersama atau sendiri-sendiri.

Julia kini memulai langkah kecil untuk memperbaiki diri, sementara Daehoon berfokus menjaga anak-anak mereka dari dampak psikologis peristiwa ini.
Keduanya sedang berjuang dalam diam, dengan luka yang mungkin tak bisa dilihat publik.

Dalam salah satu kalimat terakhir suratnya, Julia menulis:
“Saya tahu saya salah, tapi saya ingin memperbaiki diri.”

Kalimat itu kini menjadi simbol perjalanan panjang seseorang yang jatuh, tapi berusaha bangkit kembali.

Akhir yang Masih Ditulis

Skandal ini bukan hanya kisah tentang kesalahan, tapi tentang manusia yang rapuh — dan pilihan untuk tetap tegar di tengah badai.
Julia menyesal. Daehoon diam. Publik menunggu.

Dan di antara semua itu, ada tiga anak yang berharap rumah mereka suatu hari bisa kembali hangat seperti dulu.

Apakah maaf akan datang dari hati Daehoon? Ataukah luka ini menjadi akhir dari kisah yang pernah indah?

Waktu yang akan menjawab. Untuk sekarang, dunia hanya bisa menatap dua hati yang sama-sama berjuang — satu menebus, satu menenangkan.

Editor : Mahendra Aditya
#reaksi Na Daehoon #Reaksi suami Julia Prastini #Klarifikasi Julia Prastini #Na Daehoon #Na Daehoon urus perceraian #Julia Prastini #Jule Julia Prastini #Permintaan maaf Julia Prastini