RADAR KUDUS - Lagu terbaru Rizky Febian berjudul “Alamak” yang ia nyanyikan bersama Adrian Khalif, sedang menjadi fenomena di jagat maya.
Potongan syairnya yang sederhana namun puitis, terutama kalimat “Kalau ada sembilan nyawa, mau samamu saja semuanya”, ramai dipakai sebagai latar video di TikTok maupun Instagram (https://www.instagram.com/reel/DPKtiKlgQK1/?igsh=NW1hdmRkYzZ4Z2Zo)
Namun, perhatian publik semakin tertuju pada lagu ini setelah Rizky membuat unggahan personal di akun Instagram pribadinya.
Dalam video tersebut, ia menuliskan caption tentang Mahalini yang tengah menggendong putri mereka, Selina.
Rizky lalu menyanyikan “Alamak” dengan lirik yang ia ubah spontan: “Kalau ada sembilan nyawa, mau sama Selinaa saja semuanya.”
Perubahan kecil itu ternyata memberi dampak besar. Ribuan komentar warganet menilai versi Selina terasa lebih tulus, bahkan banyak yang mengaku lebih menghafal lirik “baru” ini ketimbang versi resminya.
Dalam waktu singkat, unggahan Rizky telah mendapat ratusan ribu likes, menegaskan besarnya resonansi antara lagu, penyanyi, dan kehidupan pribadinya.
Secara musikal, “Alamak” hadir dengan balutan pop romantis yang ringan, mudah dicerna, dan dekat dengan keseharian.
Kekuatan lagu ini ada pada kombinasi vokal lembut Rizky Febian dengan sentuhan rap Adrian Khalif yang segar.
Sementara itu, pemilihan judul dengan kata ekspresif “Alamak” memberi kesan jenaka sekaligus emosional—menjadi pembeda dari lagu cinta pada umumnya.
Berikut ini lirik lagu "Alamak":
Ulah siapa yang bisa buat ku begini
Gila, ini bahagia apa menderita
Langit lagi bagus – bagusnya
Tapi bagiku biasa saja
Dia buatku terkesima
Menyapamu tak berani, menciummu apalagi
Mata, pundak, lutut kaki gemetar kuberdiri
Kalau sampai ku miliki
Tak mau ku tidur lagi
Alamat malah nanti kau pergi
Kalau ada sembilan nyawa
Mau samamu saja semuanya
Ini dada isinya kamu semua
Alamak, ini kah jatuh cinta?
Apa kamu sayang?
Apa khayalan, cubit aku sekarang
Buat mabuk kepayang, seketika pingsan mana nafas buatan
Can i see you for a minute?
Boleh aku visit
See your mom and dad aku pamit
Kalau memang naga-naganya kau berkenan
Ku berangkat sekarang
Menyapa mu tak berani, menciummu apalagi
Mata, pundak, lutut kaki, gemetar ku berdiri Kalau sampai ku miliki
Tak mau ku tidur lagi
Alamat malah nanti kau pergi
Kalau ada sembilan nyawa
Mau samamu saja semuanya
Ini dada isinya kamu semua
Alamak, ini kah jatuh cinta?
Minimal kau bilang
Bila kau tak sayang
Biar ku tahan perasaan
Jadi berhenti kau menatap
Karena ku tak kuat, tak kuat berharap
Kalau ada sembilan nyawa
Mau samamu saja semuanya
Ini dada isinya kamu semua
Alamak, ini kah jatuh cinta?
Jika dicermati, makna lagu ini tak sekadar tentang jatuh cinta, melainkan perasaan totalitas dalam mencintai seseorang.
Baris “sembilan nyawa” bukan merujuk pada arti sebenarnya, tetapi simbolisasi kerelaan menyerahkan segalanya demi orang yang sangat dicintai.
Bagi sebagian pendengar, syair ini menggambarkan keberanian mencintai meski ada resiko kehilangan.
Dengan mengganti lirik untuk Selina, Rizky membawa pesan lagu ini ke arah baru. Dari kisah romansa, lagu berubah menjadi ungkapan kasih seorang ayah terhadap anaknya.
Hal ini membuat “Alamak” tak hanya relevan untuk para pasangan, tetapi juga bagi mereka yang merasakan cinta dalam lingkup keluarga.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa musik memiliki daya lentur luar biasa: bisa menjadi medium romantis, sekaligus wadah kasih sayang tanpa batas.
Dan di tangan Rizky Febian, “Alamak” menjelma dari sekadar lagu viral menjadi potret cinta yang lebih luas dan dalam.