Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rizky Febian Ubah Lirik “Alamak” untuk Selina : Berikut Makna dan Lirik Lagunya

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 1 Oktober 2025 | 22:08 WIB
Lagu
Lagu

RADAR KUDUS - Lagu terbaru Rizky Febian berjudul “Alamak” yang ia nyanyikan bersama Adrian Khalif, sedang menjadi fenomena di jagat maya.

Potongan syairnya yang sederhana namun puitis, terutama kalimat “Kalau ada sembilan nyawa, mau samamu saja semuanya”, ramai dipakai sebagai latar video di TikTok maupun Instagram (https://www.instagram.com/reel/DPKtiKlgQK1/?igsh=NW1hdmRkYzZ4Z2Zo)

Namun, perhatian publik semakin tertuju pada lagu ini setelah Rizky membuat unggahan personal di akun Instagram pribadinya.

Dalam video tersebut, ia menuliskan caption tentang Mahalini yang tengah menggendong putri mereka, Selina.

Rizky lalu menyanyikan “Alamak” dengan lirik yang ia ubah spontan: “Kalau ada sembilan nyawa, mau sama Selinaa saja semuanya.”

Perubahan kecil itu ternyata memberi dampak besar. Ribuan komentar warganet menilai versi Selina terasa lebih tulus, bahkan banyak yang mengaku lebih menghafal lirik “baru” ini ketimbang versi resminya.

Dalam waktu singkat, unggahan Rizky telah mendapat ratusan ribu likes, menegaskan besarnya resonansi antara lagu, penyanyi, dan kehidupan pribadinya.

Secara musikal, “Alamak” hadir dengan balutan pop romantis yang ringan, mudah dicerna, dan dekat dengan keseharian.

Kekuatan lagu ini ada pada kombinasi vokal lembut Rizky Febian dengan sentuhan rap Adrian Khalif yang segar.

Sementara itu, pemilihan judul dengan kata ekspresif “Alamak” memberi kesan jenaka sekaligus emosional—menjadi pembeda dari lagu cinta pada umumnya.

Berikut ini lirik lagu "Alamak":

Ulah siapa yang bisa buat ku begini 

Gila, ini bahagia apa menderita

Langit lagi bagus – bagusnya

Tapi bagiku biasa saja

Dia buatku terkesima

Menyapamu tak berani, menciummu apalagi

Mata, pundak, lutut kaki gemetar kuberdiri

Kalau sampai ku miliki

Tak mau ku tidur lagi

Alamat malah nanti kau pergi

Kalau ada sembilan nyawa

Mau samamu saja semuanya

Ini dada isinya kamu semua

Alamak, ini kah jatuh cinta?

Apa kamu sayang?

Apa khayalan, cubit aku sekarang

Buat mabuk kepayang, seketika pingsan mana nafas buatan

Can i see you for a minute?

Boleh aku visit

See your mom and dad aku pamit

Kalau memang naga-naganya kau berkenan

Ku berangkat sekarang

Menyapa mu tak berani, menciummu apalagi

Mata, pundak, lutut kaki, gemetar ku berdiri Kalau sampai ku miliki

Tak mau ku tidur lagi

Alamat malah nanti kau pergi

Kalau ada sembilan nyawa

Mau samamu saja semuanya

Ini dada isinya kamu semua

Alamak, ini kah jatuh cinta?

Minimal kau bilang

Bila kau tak sayang

Biar ku tahan perasaan

Jadi berhenti kau menatap

Karena ku tak kuat, tak kuat berharap

Kalau ada sembilan nyawa

Mau samamu saja semuanya

Ini dada isinya kamu semua

Alamak, ini kah jatuh cinta?

Jika dicermati, makna lagu ini tak sekadar tentang jatuh cinta, melainkan perasaan totalitas dalam mencintai seseorang.

Baris “sembilan nyawa” bukan merujuk pada arti sebenarnya, tetapi simbolisasi kerelaan menyerahkan segalanya demi orang yang sangat dicintai.

Bagi sebagian pendengar, syair ini menggambarkan keberanian mencintai meski ada resiko kehilangan.

Dengan mengganti lirik untuk Selina, Rizky membawa pesan lagu ini ke arah baru. Dari kisah romansa, lagu berubah menjadi ungkapan kasih seorang ayah terhadap anaknya.

Hal ini membuat “Alamak” tak hanya relevan untuk para pasangan, tetapi juga bagi mereka yang merasakan cinta dalam lingkup keluarga.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa musik memiliki daya lentur luar biasa: bisa menjadi medium romantis, sekaligus wadah kasih sayang tanpa batas.

Dan di tangan Rizky Febian, “Alamak” menjelma dari sekadar lagu viral menjadi potret cinta yang lebih luas dan dalam.

 

Editor : Ali Mustofa
#lagu pop #ALAMAK #Lagu Indonesia #Selina #rizky febian