Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Seru Tapi Berbahaya, 4 Tren TikTok yang Diam-Diam Bikin Hubungan Retak

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 10 September 2025 | 15:08 WIB
Ilustrasi Gambar Pasangan
Ilustrasi Gambar Pasangan

RADAR KUDUS - TikTok sekarang bukan cuma tempat joget-joget atau hiburan receh.

Platform ini sudah jadi semacam panggung tempat orang “belajar” bagaimana hubungan asmara berjalan.

Sayangnya, nggak semua tren yang viral itu aman untuk cinta.

Ada beberapa konten yang kalau ditelan mentah-mentah justru bisa bikin retak kepercayaan, memicu drama, bahkan bikin pasangan merasa nggak dihargai.

Nah, biar nggak salah langkah, yuk kita bedah beberapa tren TikTok yang diam-diam bisa jadi penghancur hubungan.

1. Prank Pasangan yang Kebablasan

Prank memang bikin seru, tapi ada batasnya. Banyak kreator yang bikin konten pura-pura selingkuh, tiba-tiba ngilang seharian tanpa kabar, atau pura-pura “ketahuan” hal aneh.

Walaupun hasilnya bikin heboh di komentar, risiko di baliknya nggak main-main.

Sekali kepercayaan pasangan tercoreng, rasanya susah buat sembuh total.

Jadi, kalau tujuannya cuma demi like dan views, pikir dua kali deh sebelum ikutan tren ini.

2. Relationship Goals ala Flexing

Makan malam di restoran bintang lima, buket bunga segede kulkas, atau kado branded? Semua itu terlihat manis banget di layar TikTok.

Tapi jangan lupa, konten biasanya hanya menampilkan momen terbaik, bukan kehidupan nyata sehari-hari.

Kalau terus-terusan membandingkan pasangan dengan standar "relationship goals" di TikTok, ujung-ujungnya bisa bikin kecewa.

Hubungan jadi terasa kurang, padahal yang real itu justru ada di keseharian sederhana: ngobrol, ketawa bareng, atau sekadar nemenin belanja di warung.

3. Loyalty Test: Romantis atau Toxic?

Tren ini sekilas seru—misalnya, minta teman nge-DM pasangan buat godain, lalu lihat reaksi dia. Tapi pesan yang disampaikan jelas: nggak ada rasa percaya.

Hubungan sehat itu fondasinya saling yakin. Kalau dari awal sudah diwarnai jebakan, gimana bisa bertahan lama?

Alih-alih bukti cinta, loyalty test justru sering jadi awal dari pertengkaran panjang.

4. Drama Rumah Tangga Dijadikan Konten

Ada juga tren curhat masalah pribadi bareng pasangan langsung di depan kamera.

Dari selisih paham kecil sampai konflik serius, semua diunggah biar penonton bisa komen.

Masalahnya, komentar publik sering malah memperkeruh keadaan. Yang tadinya bisa diselesaikan berdua, jadi melebar ke mana-mana. Privasi pun hilang, dan pasangan bisa merasa dikhianati.

Jadi, Gimana Baiknya?

TikTok memang nggak akan berhenti mencetak tren baru, tapi penting buat ingat: hubungan nyata lebih berharga daripada sekadar konten. Hiburan mestinya nggak mengorbankan saling percaya atau rasa menghargai.

Kalau mau ikut tren, pilih yang aman, lucu, dan nggak melukai perasaan pasangan. Soalnya, likes dan views bakal hilang dalam sehari, tapi luka hati bisa menempel lama.

Editor : Mahendra Aditya
#tren TikTok #tren tiktok 2025 #tiktok #prank pasangan TikTok