RADAR KUDUS - Fauzana resmi merilis video musik terbarunya berjudul Diikek Gadih Subarang pada 7 Agustus 2025 dan langsung meraih posisi #4 di tangga musik trending.
Lagu ini ditulis sendiri oleh Fauzana dengan aransemen dari Decky Ryan, menghadirkan nuansa musik yang kental dengan ciri khasnya.
Video musik digarap oleh PNg Video, menampilkan visual yang memikat dan selaras dengan cerita lagu.
Dalam waktu singkat, karya ini sudah ditonton lebih dari 289 ribu kali dan mendapat sambutan hangat dari penggemar.
Berikut ini lirik lagu Diikek Gadih Subarang :
Satinggi tabangnyo bangau
(setinggi terbangnya bangau)
Pulangnyo ka kubangan juo
(pulangnya ke kubangan juga)
Satinggi-tinggi malayok
(setinggi-tingginya melayang)
Pulangnyo ka sarang juo
(pasti pulangnya kesarang juga)
Samanjak uda di rantau
(semenjak kamu di perantauan)
Indak ado kaba barito
(tidak ada kabar berita)
Denai lah larek mananti
(aku sudah sangat lama menanti)
Antah bilo ka pulang
(entah kapan kamu akan kembali)
REFF
Dipatuik di bilang tahun baganti
(hari bulan sampai tahun berganti)
Uda nan disayang indaklah pulang
(kamu tidak ada kabar)
Baa coiko nan tajadi
(kenapa jadinya seperti ini)
Janji nan dulu baingkari
(janji yang dulu terucap diingkari)
Bia badarai padi sipuluik
(biar berderai padi sipulut (ketan))
Jikok badarai mangko dikaka
(jika berderai makanya disebar)
Janji uda hanyo di muluik
(janji kamu sebatas di mulut saja)
Sampai kini indak bakaba
(sampai saat ini tidak ada berita)
REFF
Kato urang mambuek risau
(kata kata orang membuat ku sangat khawatir)
Uda diikek gadih subarang
(Mereka bilang kamu telah bersama wanita seberang)
Ikolah nasib sibadan diri
(Beginilah nasibku)
Uda di sayang kini mahilang
(Kamu yang ku sayang kini menghilang)
Makna Lagu Diikek Gadih Subarang :
Lagu ini menceritakan kerinduan mendalam seorang perempuan kepada kekasihnya yang merantau tanpa memberi kabar.
Liriknya menggambarkan penantian panjang yang berujung pada kekecewaan karena janji yang pernah terucap kini diingkari.
Ada rasa pilu bercampur pasrah ketika mendengar kabar bahwa sang kekasih telah berpaling kepada wanita lain di seberang.
Keseluruhan lagu memancarkan nuansa sedih, kehilangan, dan nasib pahit karena cinta yang tak lagi setia.
Editor : Mahendra Aditya