RADAR KUDUS - Dunia hiburan Tanah Air kembali diguncang dengan kabar panas yang kali ini bukan sekadar bumbu sensasi.
Kali ini, seorang aktor muda berbakat, Kiesha Alvaro, menjadi korban dugaan kekerasan fisik yang terjadi saat proses syuting berlangsung.
Nama yang mencuat sebagai terduga pelaku adalah aktor senior Dimas Anggara.
Yang paling mencengangkan, Okie Agustina, ibu kandung Kiesha, menyatakan dirinya menyaksikan langsung momen yang diduga menjadi titik puncak ketegangan di lokasi produksi.
“Ini bukan cuma gampar. Ini soal etika dan profesionalisme aktor!” tegas Okie dalam unggahan Instagram Story-nya, 24 Juni 2025.
Bukan Bagian Skrip, Bukan Saat Syuting: Okie Tegaskan Aksi Kekerasan Terjadi Saat Blocking!
Menurut penuturan Okie, insiden bermula ketika adegan baru akan disiapkan—masih dalam tahap blocking, bukan pengambilan gambar.
Saat itu, Kiesha hanya mencengkeram bahu lawan mainnya sebagai bagian dari latihan adegan. Namun, yang terjadi malah di luar nalar: sang aktor justru membalas dengan menendang Kiesha.
“Kejadian itu bahkan belum take. Belum ada kamera yang roll, dan jelas tidak ada dalam naskah. Tapi anak saya gak membalas. Dia tetap tenang,” tulis Okie.
Insiden tak berhenti di situ. Setelah adegan yang sebenarnya selesai dan kamera berhenti merekam, situasi memanas lebih jauh.
“Setelah cut, aktor itu nyamperin Kiesha, ngajak ribut, dan nantangin anak saya berkelahi. Tapi Kiesha tetap diam. Dia gak terpancing,” tambah Okie.
Pasha Ungu Meledak: PH Screenplay Harus Bertanggung Jawab!
Mengetahui sang putra menjadi korban kekerasan, Pasha Ungu yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI, tak tinggal diam.
Dalam unggahan penuh emosi di Instagram, Pasha menantang Dimas Anggara untuk segera muncul dan memberikan penjelasan.
Bahkan, ia men-tag langsung akun sang istri, Nadine Chandrawinata, dalam upaya mencari kejelasan.
“Kalau benar kamu tampar anak saya, saya tunggu penjelasanmu. Lokasi syuting bukan tempat bebas bertindak semena-mena. Ini anak saya!” tegas Pasha.
Tak hanya itu, Pasha menuntut PH yang memproduksi sinetron tersebut—Screenplay Films—untuk memberikan klarifikasi resmi.
“Saya minta PH juga buka suara. Keamanan aktor di set adalah tanggung jawab mereka. Jangan lari dari tanggung jawab!”
Netizen dan Artis Ikut Bereaksi: “Ini Bukan Dunia Hiburan yang Sehat”
Publik pun merespons dengan gelombang komentar yang memenuhi media sosial. Banyak rekan artis yang turut angkat suara atas insiden ini. Bukan hanya simpati, tapi juga seruan keras agar kasus ini diusut tuntas.
-
Wirang Birawa: “Ini harus dipertanggungjawabkan. Ini bukan soal peran. Ini soal moral.”
-
Ifan Seventeen: “Semoga cepat selesai dengan baik. Tapi jangan dibiarkan.”
-
Ade Jigo: “Ya Allah, semoga semua pihak dapat kejelasan.”
-
Gading Marten: “Waduhhhhhhhhh!”
Tidak Ada Klarifikasi dari Dimas, Publik Desak Penjelasan Resmi
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dimas Anggara maupun Nadine Chandrawinata.
Ketiadaan klarifikasi ini justru makin memperkeruh suasana.
Banyak pihak meminta Dimas angkat bicara, bukan hanya untuk membersihkan namanya jika tak bersalah, tetapi juga untuk memberi ruang keadilan pada pihak yang dirugikan.
Sudut Pandang Utama: Ini Bukan Lagi Konflik Antar-Aktor, Ini Soal Keamanan dan Etika
Insiden ini menyingkap persoalan yang lebih besar di balik layar dunia hiburan: tidak adanya standar ketat terkait perlindungan aktor, terutama aktor muda.
Ketika dua orang tua turun langsung—Pasha Ungu dan Okie Agustina—itu berarti masalah ini sudah melewati batas biasa.
“Lokasi syuting itu harus steril dari kekerasan. Ini bukan medan tempur,” ungkap Pasha.
Okie juga menekankan bahwa jika peran menuntut adegan keras, seharusnya ada briefing dan kesepakatan. Bukannya aksi sepihak yang justru membahayakan lawan main.
Fakta yang Harus Diungkap, Reputasi yang Dipertaruhkan
Dengan Okie sebagai saksi mata langsung, dan Kiesha yang tidak membalas satu pun tindakan provokatif lawan mainnya, publik kini menunggu dua hal penting:
-
Klarifikasi dari Dimas Anggara dan pihak terkait.
-
Sikap tanggap dari Screenplay Films atas insiden ini.
Kasus ini bukan sekadar konflik selebriti. Ini adalah ujian besar bagi industri hiburan Indonesia—apakah akan menutup mata demi nama besar, atau akan membela kebenaran demi keselamatan para pekerja seni.