RADAR KUDUS - Dunia hiburan kembali diguncang oleh pengakuan mengejutkan dari aktris cantik Riyuka Bunga. Meski telah resmi bercerai dari komika Heri Hore, tampaknya luka lama itu belum sembuh.
Baru-baru ini, lewat video yang diunggah di akun TikTok pribadinya, Riyuka mengungkap sisi kelam dari kisah cintanya yang selama ini tertutup rapat.
Ia menyebut pernikahan mereka bukan atas dasar cinta, melainkan karena paksaan emosional dan tekanan berkepanjangan dari sang mantan suami.
Dalam pengakuan blak-blakannya itu, Riyuka tampak tak lagi ingin menyimpan cerita pilu yang ia alami.
Ia mengaku dipaksa menikah karena Heri kerap datang ke rumahnya berulang kali, bahkan menangis di depan keluarganya.
Kejadian itu berlangsung selama berbulan-bulan, hingga akhirnya membuatnya luluh dan merasa tidak punya pilihan lain.
"Gue nikah sama dia karena dia tiap malam datang ke rumah gue, nangis-nangis minta nikah. Itu berlangsung selama berbulan-bulan," ujar Riyuka dengan nada getir.
Dihantui Tangisan & Intimidasi Sosial
Tak hanya tekanan emosional, Riyuka juga membongkar bahwa Heri sempat melakukan tindakan yang ia nilai sebagai bentuk pelecehan terhadap mantan kekasihnya kala itu.
Heri disebut mendatangi tempat kerja pria tersebut dan menghina status sosialnya, menyiratkan bahwa lelaki itu tak pantas mendampingi Riyuka hanya karena bekerja sebagai satpam.
"Dia bilang, 'Lo nggak pantas jadi suaminya Bunga, lo cuma satpam kereta'," ungkap Riyuka, mengenang dengan nada kecewa.
Tindakan Heri itu disebut Riyuka sebagai bentuk manipulasi yang berujung pada paksaan emosional, terlebih karena ibunda Riyuka dan lingkungan sekitar juga mulai merasa terganggu dengan aksi Heri yang datang malam-malam sambil menangis.
Dalam kondisi itu, Riyuka pun menetapkan syarat jika Heri memang serius ingin menikahinya.
Rumah & Emas: Janji Manis yang Ternyata Palsu
Dalam pengakuannya, Riyuka menuturkan bahwa ia sempat memberikan syarat agar Heri membuktikan keseriusannya, yakni dengan membelikan rumah dan emas seberat 30 gram.
Syarat yang ia kira akan menghentikan tekad Heri, ternyata justru dipenuhi—namun dengan kejutan pahit di baliknya.
Awalnya, Heri benar-benar memenuhi permintaan tersebut. Namun, setelah menikah, Riyuka baru mengetahui bahwa emas yang diberikan ternyata palsu, dan rumah yang dibeli pun diam-diam dijual oleh Heri tanpa sepengetahuannya.
Uang hasil penjualan rumah itu pun diklaim Riyuka digunakan oleh Heri untuk kepentingan pribadinya.
"Lo tau apa? Rumah yang dibelikan itu ternyata dijual. Duitnya dia pakai sendiri. Emas yang dikasih juga palsu," kata Riyuka dengan ekspresi tak percaya.
Netizen Bereaksi: Dukungan Mengalir, Fakta Lama Terkuak
Unggahan TikTok Riyuka pun langsung viral dan menuai banyak reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan bahwa seorang perempuan harus melalui tekanan emosional hanya untuk memenuhi tuntutan pernikahan.
Tak sedikit juga yang memuji keberanian Riyuka karena berani bersuara setelah sekian lama bungkam.
Sejumlah netizen bahkan menyebut bahwa kisah ini bisa menjadi pengingat tentang pentingnya konsensual dalam pernikahan dan bahaya tekanan emosional yang dibalut dengan narasi cinta.
Sebagian lainnya menyoroti sisi lain dari figur publik yang selama ini dianggap lucu dan menghibur, namun ternyata menyimpan sisi gelap dalam kehidupan pribadinya.
Angle Utama: Pernikahan yang Dipaksakan Bukanlah Cinta — Ini Teror Emosional Berkedok Kasih Sayang
Cerita Riyuka bukan sekadar drama selebritas, tapi refleksi dari persoalan sosial yang lebih besar.
Ketika seseorang merasa harus menerima pernikahan karena tekanan terus-menerus, itu bukan romantisme — itu adalah bentuk paksaan.
Pernikahan harus dibangun atas dasar kehendak bebas, bukan air mata dan intimidasi.
Riyuka Bunga telah membongkar sebuah realitas pahit yang selama ini mungkin dialami oleh banyak perempuan di luar sana: terpaksa menikah karena rasa kasihan, bukan karena cinta.
Dan kisahnya adalah panggilan bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap tekanan emosional yang sering disamarkan sebagai ketulusan.
Editor : Mahendra Aditya