RADAR KUDUS - Nama mendiang member girlband F(x) Choi Jinri atau Sulli ikut terseret setelah kontroversi Kim Soo Hyun (KSH) mencuat.
Kasus meninggalnya Sulli pada tahun 2019 disebut oleh netizen juga melibatkan KSH.
Kelibatan KSH yang dimaksud adalah karena film Real (2017) yang dimainkan oleh member F(x) tersebut membuat Sulli dihujat banyak netizen Korea.
Sulli mendapatkan perlakuan tidak adil dari netizen ketika film itu ditanggapinya.
Baca Juga: TERUNGKAP! Kronologi Kasus Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron, Misteri Kematiannya dan Skandal Grooming
Baca Juga: Potret Kim Saeron Saat Masih Berusia 16 Tahun Beredar, Netizen: Kim Soo Hyun Bermasalah
Sementara itu, perlakuan yang sama tidak didapatkan oleh KSH.
Oleh netizen, KSH dianggap "kabur" dari masalah dan seluruh sorotan ketika itu dengan alasan Wajib Militer.
Selain itu, sebagian netizen menilai hujatan lebih diarahkan pada mendiang Sulli karena budaya patriarki di Korea Selatan yang sangat kental.
"Padahal main berdua, masa yang dihujat cuma Sulli," tulis akun @cari***** yang prihatin.
"Sulli dihujat habis-habisan sampai bikin dia bunuh diri, padahal ini film yang didanai dan disutradarai oleh KSH dan kakak sepupunya sendiri..." tulis akun @ony****.
Seperti diberitakan sebelumnya, film Real (2017) mengundang kontroversi karena ada adegan eksplisit yang menampilkan Sulli beradegan dewasa.
Baca Juga: KRONOLOGI Lengkap Kasus Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron. Dibalik Penyebab Kematian dan Dugaan Grooming?
Film tersebut juga mengandung adegan kekerasan, hingga narkoba.
Ketika itu, film Real (2017) mendapat banyak kritik termasuk anggapan bahwa Sulli dieksploitasi.
Baca Juga: Lirik, Terjemahan dan Makna Arti Lagu CIRI CIRINE WONG NU - Nurma Paejah Adella - OM ADELLA
Baca Juga: PROFIL DAN BIODATA: Saaih Halilintar, Adik Atta yang Viral Usai Flexing Rumah Mewah Rp 120 Miliar!
Dalam film tersebut, KSH memerankan dua karakter yakni sebagai Jang Tae-young dan dan kembarannya yang memiliki identitas misterius.
Setelah film tersebut viral, Sulli mendapat banyak komentar negatif dan berani.
Editor : Noor Syafaatul Udhma