RADAR KUDUS - Kabar terbaru dari Fanny Soegi, mantan anggota Soegi Bornean, menghebohkan publik.
Fanny mengungkapkan sejumlah kontroversi terkait "sisi gelap" dari band yang ia dirikan bersama Aditya Ilyas dan Bagas Prasetyo pada 2019.
Tuduhan Fanny berpusat pada masalah royalti lagu-lagu hits seperti Asmalibrasi serta alasan di balik hengkangnya dia dari band.
Dalam klarifikasi yang dirilis Soegi Bornean, mereka berusaha membantah tuduhan tersebut. Berikut poin-poin penting dari klarifikasi dan tanggapan Fanny.
Klaim Soegi Bornean Terkait Royalti
Dalam klarifikasinya, Soegi Bornean membantah keras tuduhan Fanny terkait royalti.
Menurut mereka, setiap keputusan pembagian royalti telah dilakukan secara adil dan transparan. Fanny disebut selalu dilibatkan dalam setiap keputusan terkait pembagian royalti.
Band ini menekankan bahwa distribusi royalti lagu-lagu seperti Asmalibrasi telah dilakukan sesuai dengan kesepakatan yang ada.
- Penjelasan Soegi Bornean: Band ini menyatakan bahwa mereka tidak hanya melibatkan Fanny dalam pembagian royalti, tetapi juga memastikan setiap keputusan bersifat kolektif dan telah disetujui bersama.
Hubungan dengan Fanny Usai Hengkang
Meskipun Fanny telah hengkang dari Soegi Bornean pada Maret 2024, band ini mengklaim hubungan mereka dengan Fanny masih berjalan baik.
Mereka bahkan menyebut masih berkolaborasi dengan Fanny dalam beberapa proyek terbaru, termasuk di album yang baru dirilis.
- Klaim Soegi Bornean: Meski Fanny memilih berkarir solo, kolaborasi mereka tetap berjalan, dan tidak ada masalah pribadi yang mempengaruhi hubungan profesional mereka.
Upaya Rekonsiliasi Soegi Bornean
Selain menjawab tuduhan terkait royalti, Soegi Bornean juga menyatakan kesiapan mereka untuk melakukan rekonsiliasi royalti jika diperlukan.
Band ini bersedia menghadirkan ahli untuk memastikan setiap pihak mendapatkan hak yang sesuai.
- Kesediaan untuk Rekonsiliasi: Band ini terbuka untuk berdiskusi dan menyelesaikan isu terkait royalti dengan bantuan profesional, menunjukkan keseriusan mereka dalam menghadapi tuduhan ini.
Respons Singkat Fanny Soegi
Setelah klarifikasi dari Soegi Bornean dirilis, Fanny merespon dengan singkat melalui kolom komentar. "Kalian percaya?" tulis Fanny, menunjukkan bahwa masalah ini belum terselesaikan sepenuhnya dan masih menyisakan ketegangan di antara kedua pihak.
- Komentar Fanny: Meski singkat, tanggapan ini menunjukkan bahwa Fanny masih merasa tidak puas dengan klarifikasi yang diberikan oleh band tersebut.
5. Sejarah Soegi Bornean dan Fanny Soegi
Soegi Bornean dibentuk pada tahun 2019 dan langsung meraih popularitas dengan lagu-lagu hits seperti Saturnus dan Asmalibrasi, yang viral di media sosial.
Fanny Soegi, sebagai salah satu pendiri, berkontribusi besar dalam kesuksesan band ini. Mereka merilis EP Atma pada 2020 yang semakin memantapkan nama mereka di industri musik.
- Peran Fanny dalam Band: Sebagai salah satu pendiri, Fanny tidak hanya menjadi wajah depan band, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan beberapa lagu hits.
6. Karier Solo Fanny Soegi
Setelah hengkang dari Soegi Bornean pada Maret 2024, Fanny memutuskan untuk melanjutkan kariernya sebagai musisi solo.
Ia masih membawakan beberapa lagu ciptaannya bersama Dhimas Tirta seperti Saturnus, Pijaraya, Haribaan, dan Aguna. Langkah Fanny ini menjadi penanda baru dalam perjalanan karier musiknya.
- Karier Solo Fanny: Keputusan untuk berkarir solo tidak menghentikan kreatifitas Fanny. Lagu-lagu yang ia ciptakan bersama mantan rekan bandnya tetap menjadi bagian dari repertoar musiknya.