Lirik dan Makna Arti Lagu KITIR SUMILIR - Niken Salindry ft MAYANGKARA CS
Mahendra Aditya Restiawan• Rabu, 4 September 2024 | 03:34 WIB
Niken Salindry
Berikut ini lirik lagu KITIR SUMILIR yang dinyanyikan Niken Salindry:
Angenku ngamboro anembus mego Ngitung lintang sesuluh padang rembulan Tak goleki ono ngendi si panjerino Tak titipi kidung tegeteg ing jantung
Lelungitan lung lungan kang rerambatan Amusoro soro angrangget jiwanggo Tak kirimi layang kitir tak sampirke angin sumilir Po ra kroso sliramu tansah tak pikir
Rino wengi wewayangmu mbedo atiku Singotirto sak upomo kapan boyo aku biso Nggegem lintang ngrengguh endahe rembulan
Aku samar kuatir lan muntab cabang Sekar mekar ing oro oro kang cengkar Ngelak kang tanpo upomo tunggu tumetesing tirto Kanggo nelesi lungko lungko ketigo
Niken Salindry
Arti Bahasa Indonesia Lirik KITIR SUMILIR
Anganku melayang menembus awan Menghitung bintang dengan penerangan cahaya bulan Kucari di mana penantian itu berada Kutitipkan lagu di relung hati yang terdalam
Perjalanan yang berliku dalam kesunyian Mengalun bersama suara jiwa yang tenang Kukirimkan surat, kubiarkan angin yang lembut membawanya Tidakkah kau merasakan bahwa dirimu selalu kupikirkan?
Siang dan malam, bayanganmu selalu mengguncang hatiku Dengan segala daya upaya, kapankah aku bisa Menggenggam bintang dan meraih indahnya bulan?
Aku bingung, khawatir, dan marah Bunga yang mekar di padang yang gersang Haus yang tak terpuaskan, menunggu tetes air Untuk menghapuskan segala kesedihan dan kekeringan hati
Lagu ini menggambarkan perasaan kerinduan yang mendalam, di mana seseorang merindukan kehadiran yang jauh dan sulit dijangkau.
Dengan imajinasi yang melayang menembus batas realitas, ia mencoba mencari kehadiran yang dirindukan, sambil berharap bahwa perasaannya tersampaikan melalui lagu yang ia titipkan dalam relung hatinya.
Meskipun perjalanan ini terasa sunyi dan penuh liku, ia tetap setia menanti, mengirimkan pesan harapan lewat angin yang lembut, sambil berharap bahwa orang yang dirindukan bisa merasakan betapa ia selalu ada dalam pikiran dan hatinya.
Namun, di balik harapan itu, ada juga perasaan bingung, khawatir, dan marah.
Seperti bunga yang mekar di padang yang gersang, ia merasa haus akan kehadiran yang dirindukan, menunggu setetes air yang bisa menghapus kesedihan dan mengisi kekeringan di hatinya.
Kerinduan ini membuatnya merasa seakan-akan ia terjebak dalam keadaan yang tak bisa dihindari, terus-menerus mengguncang hatinya, dan menimbulkan pertanyaan: kapankah ia bisa meraih kebahagiaan yang diinginkan, seperti menggenggam bintang dan meraih indahnya bulan?