RADAR KUDUS - Berikut lirik, terjemahan, dan makna lagu Langgeng Dayaning Rasa, Denny Caknan yang dinyanyikan oleh Ponidi Sekop Sekop.
Yen aku wis kangen sliramu
Mesem ning ngimpiku sayang
Yen aku kangen suwaramu
Bisikna tembang manismu
Terusa kaya ngene ning uripku
Terusa sayang aku
Ra ana sing ngalang-ngalangi
Ra ana sing ngrusuhi
Feeling ning angenku mung kowe
Sing paling ngerteni aku
Isa nampa kurange aku
haaaaaaaaaa
Senajan mung suwaramu
Ngadhemke ati
We ngucapke janji
We bakal mulih nemoni
hahahaaa hahahaaa
Eluh tangis kangenmu
Nandhes ning ati
Sampun ya sayangku
Ilangi banyu matamu
Lirihna suwara tangismu wong bagus
Feeling ning angenku mung kowe
Sing paling ngerteni aku
Terjemahan Bahasa Indonesia
Ketika aku sudah merindukanmu
Senyum dalam mimpiku, sayang
Ketika aku merindukan suaramu
Bisikan lagu manismu
Terus seperti ini dalam hidupku
Teruslah, sayangku
Tak ada yang menghalangi
Tak ada yang mengganggu
Perasaan dalam kerinduanku hanyalah kamu
Yang paling mengerti diriku
Dapat merasakan kekuranganku
haaaaaaaaaa
Meskipun hanya suaramu
Menenangkan hati
Katakanlah janji
Kau akan kembali padaku
hahahaaa hahahaaa
Air mata rindumu mengalir
Menyentuh hati
Sudahlah, kasihku
Hilangkan air matamu
Lembutnya suara tangismu, orang baik
Perasaan dalam kerinduanku hanyalah kamu
Yang paling mengerti diriku
Makna Lagu
Lagu ini menggambarkan perasaan kerinduan yang mendalam seseorang terhadap kekasihnya.
Dengan merindukan senyum dan suara yang dicintai, lirik-liriknya menciptakan gambaran tentang kehadiran yang sangat dirindukan dalam mimpi dan keseharian.
Meskipun hidup tidak selalu lancar, keinginan untuk terus bersama dan menjaga hubungan tetap kuat tercermin dalam kata-kata yang menguatkan.
Kesedihan dan kerinduan yang terungkap dalam lirik ini mencerminkan kekuatan cinta yang mendalam.
Suara yang tenang dan janji untuk kembali menunjukkan harapan dan keyakinan bahwa hubungan ini akan bertahan meskipun jarak dan waktu memisahkan.
Melalui lagu ini, terlihat betapa pentingnya kehadiran seseorang yang dicintai dalam kehidupan sehari-hari, bahkan saat rasa rindu dan emosi mendominasi. (Mahendra)
Editor : Noor Syafaatul Udhma