RADAR KUDUS - Raden Oma Irama, atau dikenal sebagai Rhoma Irama dikabarkan akan menggelar konser pada 31 Agustus 2024.
Raja Dangdut Indonesia itu akan tampil bernyanyi dalam rangka merayakan kemerdekaan RI serta menghibur masyarakat Jepara hingga Muria Raya.
Siapa Rhoma Irama?
Melansir dari laman resmi Fandom Wiki , penyanyi dangdut kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat itu lahir pada 11 Desember 1946. Usianya kini sudah 77 tahun.
Sepanjang karir, ia telah meraih banyak penghargaan. Karyanya juga seringkali viral di eranya.
Dalam sebuah wawancara, Rhoma bercerita ia tidak suka karya musiknya disebut dangdut, melainkan irama Melayu.
Karya Rhoma Irama membahas beragam tema tak hanya tentang cinta. Lagu-lagunya juga bernuansa agama, cinta kepada orang tua, kepada bangsa, kritik sosial, dan lainnya.
Baca Juga: REKOMENDASI Film dari Kisah Nyata: 13 Bom di Jakarta Siap Menemani Waktu Luangmu
Saat menghadiri acara World Music and Dance di Jepang, Rhoma Irama pernah diwawancarai oleh Rektor Universitas Tokyo, mengapa lagu miliknya penuh dengan pesan religi dan sosial.
Ketika itu Rhoma menjawab bahwa musik tidak semata-mata soal hiburan, tetapi juga ada tanggung jawab kepada Allah dan manusia.
"Saya jawab, ' musik bukan sekedar untuk bersenang-senang tapi mempunyai tanggung jawab kepada Allah dan umat manusia . Musik itu bukan untuk bahagia-bahagia tapi dia ada pertanggungjawaban kepada Allah dan kepada manusia, kenapa karena kekuatan musik dapat mengubah sikap, kekuatan musik ini bisa membuat sikap seseorang,” kata Rhoma.
Baca Juga: SINOPSIS Series Inul Daratista Akting Bareng Suaminya Tayang di Netflix, Diadaptasi dari Kisah Nyata
Pria yang berulang kali menikah dan cerai itu dinilai sebagai salah satu entertainer yang paling sukses dalam mengumpulkan massa.
Tak hanya di dalam negeri, Rhoma Irama juga pernah tampil di Kuala Lumpur, Singapura, dan Brunei dengan jumlah penonton yang hampir sama ketika ia tampil di Indonesia.
Karenanya, tak heran bila sosok Rhoma Irama menarik bagi banyak partai politik. Ia sempat disebut-sebut menjadi maskot dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan diinginkan Partai Golkar.
Melansir dari laman sejarah Historia , Rhoma Irama dan grup Sonetanya pernah berperan dalam menjadikan PPP berhasil unggul dalam Pemilu 1977 karena sukses mengumpulkan massa.
Di era orde baru, Rhoma sempat menolak bergabung dengan Partai Golkar dan sempat dicekal konsernya. Rhoma kemudian merilis lagu “Hak Azasi” sebagai bentuk protes atas pencekalan tersebut.
Editor : Noor Syafaatul Udhma