IHSG Terjun 11,57 Persen, Danantara Cermati Peluang Investasi Saham

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 17:59 WIB
Dipicu Tekanan Global dan Sentimen Domestik, Dana Asing Rp89,95 Triliun Keluar dari Bursa Saham, IHSG Terkoreksi 31%
Dipicu Tekanan Global dan Sentimen Domestik, Dana Asing Rp89,95 Triliun Keluar dari Bursa Saham, IHSG Terkoreksi 31%

RADAR KUDUS - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Di tengah penurunan indeks hingga 11,57 persen, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) justru melihat peluang untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 678,675 poin atau 11,57 persen ke level 5.185,105. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka kesempatan bagi investor jangka panjang untuk mengakumulasi saham perusahaan dengan valuasi yang dinilai menarik.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pihaknya memandang koreksi pasar sebagai peluang investasi, terutama pada perusahaan tercatat yang memiliki fundamental kuat. Menurutnya, Danantara berorientasi pada investasi jangka panjang, bukan sekadar membeli saham untuk kemudian menjualnya dalam waktu singkat.

“Justru kami melihatnya ini adalah suatu opportunity ke depannya karena tentunya kami sebagai Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long-term investment, bukan sebagai investor in and out,” ujar Rosan dalam konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Rosan menjelaskan, Danantara mempertimbangkan valuasi dan kekuatan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah perbankan, yang menurutnya memiliki kondisi bisnis dan fundamental relatif solid.

Ia menyoroti valuasi saham perbankan yang berada di bawah satu kali nilai buku atau price to book value (PBV). Menurut Rosan, level tersebut juga lebih rendah dibandingkan median valuasi perusahaan sejenis dalam industri yang sama.

“Contohnya dari sektor perbankan kita sangat baik, solid tapi valuasinya mungkin di bawah one time price to book value dan ini di bawah average dari median valuasi di peers-nya, di industrinya,” paparnya.

Selain perbankan, Danantara turut mencermati peluang investasi di sektor infrastruktur dan telekomunikasi. Berbagai sektor tersebut dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang di pasar modal nasional.

“Dari sisi kami, kami selalu melihat bahwa ini adalah opportunity untuk kita sebagai long-term investment di pasar modal Indonesia untuk masuk bersama-sama, beserta ekosistem yang ada,” kata Rosan.

Ia meyakini perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI memiliki potensi untuk meningkatkan nilai bisnis dalam jangka panjang. Karena itu, penurunan harga saham tidak serta-merta dipandang sebagai gambaran melemahnya fundamental perusahaan.

Rosan menilai tekanan pasar yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor teknikal, rumor di pasar, serta faktor nonfundamental. Pandangan tersebut menjadi salah satu pertimbangan Danantara dalam melihat peluang investasi di tengah koreksi IHSG.

“Kalau kami melihatnya ini bukan karena soal fundamental, tapi ini lebih soal teknikal, rumor di market dan juga lebih ke soal nonfundamental,” lanjutnya.

Di sisi lain, Rosan mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI dalam melakukan reformasi pasar modal. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan transparansi, serta memperbaiki akuntabilitas di pasar saham.

Menurutnya, perbaikan tata kelola dan transparansi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor, termasuk investor asing, terhadap pasar modal Indonesia.

Meski Danantara melihat peluang di tengah penurunan IHSG, keputusan investasi tetap bergantung pada penilaian terhadap valuasi, fundamental, dan prospek masing-masing perusahaan. Koreksi pasar menjadi momentum yang dicermati, bukan jaminan bahwa seluruh saham yang mengalami penurunan akan segera pulih.

Editor : Mahendra Aditya
Rosan Roeslani Danantara investasi saham peluang investasi pasar modal IHSG Anjlok bursa efek indonesia