10 Perusahaan RI Siap Garap Molinas, Pasar Motor Listrik Bisa Tembus US$170 Miliar

JAKARTA — Pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas) mulai memasuki tahap yang lebih serius. Sekitar 10 perusahaan nasional disebut telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan siap terlibat dalam pengembangan industri motor listrik nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam negeri tersebut menjadi modal penting untuk memperbesar kapasitas industri sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk kendaraan listrik impor.
"Kurang lebih ada 10 perusahaan nasional yang sudah memenuhi kriteria pemenuhan TKDN-nya oleh Kementerian Perindustrian," ujar Rosan dalam peluncuran Motor Listrik Nasional beserta ekosistem pendukungnya di Bekasi, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga: Nikel Jadi Kunci, Prabowo Dorong Indonesia Bangun Ekosistem Motor Listrik Nasional
Angka tersebut menunjukkan pemerintah tidak hanya ingin menjadikan Molinas sebagai satu produk motor listrik, tetapi membangun ekosistem yang melibatkan lebih banyak pelaku industri nasional.
Data Kementerian Perindustrian sendiri menunjukkan pemerintah telah memiliki basis sertifikasi untuk produk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dengan nilai TKDN minimal 40 persen. Dataset resmi Kemenperin mengenai produk KBLBB dengan TKDN ≥40 persen terakhir diperbarui pada Juni 2026.
Kesiapan industri tersebut menjadi semakin strategis karena pasar sepeda motor Indonesia sangat besar. Rosan menyebut terdapat sekitar 140 juta sepeda motor yang beredar di Indonesia, sementara penjualan kendaraan roda dua setiap tahunnya berada di kisaran 6 juta hingga 7 juta unit.
Namun, penetrasi motor listrik masih sangat kecil. Rosan menyebut pembelian motor listrik baru sekitar 60.000–70.000 unit per tahun, atau hanya sekitar 1 persen dari total penjualan sepeda motor.
Kesenjangan tersebut justru dipandang pemerintah sebagai peluang besar. Dengan basis konsumen yang mencapai jutaan unit setiap tahun, sedikit saja peningkatan pangsa motor listrik dapat menghasilkan pertumbuhan pasar yang signifikan.
Rosan bahkan memperkirakan ukuran pasar potensial industri tersebut dapat mencapai sekitar US$170 miliar. Angka itu menggambarkan besarnya peluang ekonomi apabila industri motor listrik nasional mampu menggeser sebagian pasar sepeda motor berbahan bakar bensin.
Peluang tersebut tidak hanya berada di sektor perakitan kendaraan. Pemerintah ingin membangun rantai industri yang mencakup baterai, komponen, teknologi, manufaktur, pembiayaan hingga layanan purnajual.



