Pertanyaan:
Bu Dosen, usaha batik saya sudah berjalan 6 tahun dengan 4 karyawan, termasuk satu kasir.
Beberapa minggu terakhir saya mendapati selisih antara catatan penjualan harian dan uang kas yang ada di laci, biasanya antara Rp50.000 sampai Rp150.000.
Saya bingung apakah ini murni salah hitung atau memang ada kecurangan.
Bagaimana cara saya membedakan keduanya, dan bagaimana cara mendeteksi serta mencegah kecurangan kas dengan sumber daya yang terbatas seperti usaha saya?- Ibu Sri Wahyuni Pemilik usaha Batik Tulis ”Sekar Gusjigang”, Kudus.
Jawaban:
Menakar Selisih Kas, Kesalahan atau Kecurangan? Ibu Sri Wahyuni, pemilik Batik Tulis ”Sekar Gusjigang” Kudus, mendapati selisih kas harian Rp50.000-Rp150.000 dan bingung apakah ini salah hitung atau kecurangan, serta bagaimana mencegahnya dengan sumber daya terbatas.
Jika ditotal, selisih ini bisa mencapai Rp1,5-4,5 juta per bulan, jumlah signifikan bagi usaha rumahan.
Untuk membedakannya, perhatikan tiga tanda: arah selisih (selalu kurang lebih mencurigakan), pola waktu (berulang pada shift tertentu), dan perilaku (jujur segera lapor versus defensif).
Secara teori, fraud muncul dari tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi (Fraud Triangle), yang sering terjadi karena satu kasir merangkap menerima, mencatat, dan menyimpan uang tanpa pengecekan silang.
Solusi murah: rekonsiliasi kas harian dua pihak, gunakan aplikasi kasir digital berjejak audit, lakukan spot check mendadak, dan pasang CCTV sederhana di kasir.
Untuk pencegahan jangka panjang: buat SOP kas tertulis, rotasi tugas kasir, setorkan kas harian ke bank, dan bangun budaya jujur berbasis nilai Gusjigang (Bagus, Ngaji, Dagang).
Mulailah dari rekonsiliasi dua pihak setiap hari selama dua minggu sambil mencatat polanya sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Oleh: Dr. Dianing Ratna Wijayani, S.E., M.Si., Akt (Dosen Akuntansi FEB UMK)
Editor : Ali Mustofa