Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konveksi Rumahan Go Digital: Bisakah Kerja Remote?

R
Agung Subono
Agung Subono

Advertisement

Oleh: Agung Subono, S.E., M.Si. (Dosen Program Studi Manajemen, FEB UMK)

Pertanyaan:
Saya ingin membuka usaha konveksi skala rumahan. Di era digital, apakah sistem kerja remote (jarak jauh) bisa diterapkan, dan bagaimana cara melakukannya secara sederhana? (Ibu Citra Lestari, Demak)

 Jawaban:
Bisa, tetapi tidak semua pekerjaan dalam usaha konveksi dapat dilakukan secara remote.

Advertisement

Produksi seperti pemotongan kain dan penjahitan umumnya tetap membutuhkan kehadiran di tempat kerja.

Namun, pekerjaan administrasi dan sebagian aktivitas pendukung dapat dilakukan dari jarak jauh. Model hybrid dapat menjadi pilihan yang lebih realistis bagi UMKM konveksi.

Beberapa langkah yang dapat diterapkan:

Advertisement

  1. Pisahkan pekerjaan yang harus onsite dan remote. Penjahitan, pemotongan, dan pemeriksaan fisik produk dilakukan di workshop. Sementara desain digital, pencatatan keuangan, pengelolaan marketplace, pelayanan pelanggan, dan pemasaran media sosial dapat dikerjakan dari rumah.
  2. Gunakan WhatsApp Business untuk koordinasi. Buat grup khusus untuk pemilik, tim produksi, dan admin agar informasi pesanan, jadwal, serta kebutuhan produksi dapat disampaikan dengan cepat.
  3. Manfaatkan cloud workspace. Google Sheets dapat digunakan untuk mencatat stok bahan, daftar pesanan, dan perkembangan produksi sehingga data dapat diperbarui dan dilihat bersama tanpa harus berada di lokasi yang sama.
  4. Gunakan papan kerja digital. Aplikasi seperti Trello dapat membantu memantau pesanan melalui tahapan sederhana: Pesanan Masuk–Proses Produksi–Siap Kirim–Selesai. Dengan demikian, pesanan lebih mudah dikontrol.
  5. Tetapkan target dan sistem pelaporan. Bagi penjahit yang bekerja dari rumah, pemilik dapat menetapkan target yang jelas dan meminta dokumentasi hasil pekerjaan secara berkala. Sistem ini membantu menjaga produktivitas sekaligus kualitas.

Penerapan kerja remote dapat memberikan fleksibilitas, mengurangi kebutuhan perjalanan, dan memperluas pilihan tenaga kerja. Namun, UMKM juga perlu memperhatikan risiko miskomunikasi, keterlambatan koordinasi, keamanan data pelanggan, serta kerahasiaan desain.

Karena itu, digitalisasi bukan berarti seluruh pekerjaan harus dilakukan dari jarak jauh. Yang terpenting adalah memilih pekerjaan yang memang dapat didigitalisasi, menggunakan alat yang sederhana, dan membangun sistem kerja yang jelas.

Dengan pendekatan hybrid yang tepat, usaha konveksi rumahan dapat menjadi lebih fleksibel, efisien, dan siap berkembang di era digital. (*)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Bukan Hanya Gaji: Strategi UMKM dalam Meningkatkan Kinerja dan Mempertahankan Karyawan Berkualitas

Bukan Hanya Gaji: Strategi UMKM dalam Meningkatkan Kinerja dan Mempertahankan Karyawan Berkualitas

Untuk mempertahankan karyawan yang berkualitas, Bapak/Ibu tidak harus selalu bersaing dengan perusahaan besar dalam aspek gaji.

Manajemen Konflik Internal Bisnis Keluarga

Manajemen Konflik Internal Bisnis Keluarga

Kewajaran konflik terjadi pada bisnis keluarga, termasuk UMKM jenang, karena batas antara urusan pribadi dan pekerjaan sering kali tidak jelas. Berikut langkah yang bisa mulai diusahakan:

Integrasi Data Penjualan Online dan Offline UMKM

Integrasi Data Penjualan Online dan Offline UMKM

kendala umum bagi UMKM yang menjalankan usaha secara multichannel tanpa didukung sistem informasi akuntansi yang terintegrasi memiliki beberapa dampak nyata.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer