Harga BBM Nonsubsidi Turun Lagi! Pertamina Dex Anjlok hingga 15 Persen, Cek Daftar Terbarunya

Ali Mustofa • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:38 WIB
LEWAT: Pengguna jalan melintasi papan harga BBM di SPBU Gajahmati Pati.  (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
LEWAT: Pengguna jalan melintasi papan harga BBM di SPBU Gajahmati Pati. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

RADAR KUDUS – PT Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada 21 Juli 2026.

Sejumlah produk mengalami penurunan harga, yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, dan Avtur. 

Dari seluruh produk tersebut, Pertamina Dex menjadi BBM dengan penurunan harga paling besar, mencapai sekitar 15 persen.

Kebijakan ini merupakan hasil evaluasi berkala yang dilakukan perusahaan dengan mengacu pada perkembangan harga minyak mentah dunia.

Selain itu, penyesuaian juga mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kondisi fiskal, daya beli masyarakat, serta situasi perekonomian nasional.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi dilakukan sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku.

Menurutnya, penetapan harga mengikuti dinamika pasar energi global dan telah melalui koordinasi bersama pemerintah.

"Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga minyak dunia serta mengikuti regulasi dan mekanisme yang berlaku. Langkah ini juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah," ujar Kitty.

Berdasarkan daftar harga terbaru, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.300 per liter, turun dari sebelumnya Rp20.750 per liter atau berkurang Rp1.450 per liter.

Sementara itu, Pertamina Dex mengalami penurunan paling signifikan, dari Rp24.800 per liter menjadi Rp21.150 per liter, atau lebih murah Rp3.650 per liter.

Untuk Dexlite, harganya turun dari Rp23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter, sehingga konsumen mendapatkan pengurangan harga sebesar Rp3.300 per liter.

Di sektor aviasi, harga Avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebelum dikenakan pajak, juga ikut disesuaikan.

Tarifnya turun dari Rp22.190 per liter pada periode sebelumnya menjadi Rp19.190 per liter, atau lebih rendah Rp3.000 per liter.

Kitty menegaskan, penyesuaian harga tersebut merupakan bagian dari evaluasi rutin Pertamina Patra Niaga yang dilakukan seiring perubahan harga energi global, dengan tetap mengacu pada ketentuan penetapan harga yang berlaku.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kondisi pasar energi, kemampuan daya beli masyarakat, dan stabilitas ekonomi nasional.

 

Editor : Ali Mustofa
pertamax pertamina harga bbm bbm nonsubsidi Perekonomian