JAKARTA – PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) langsung menyiapkan strategi ekspansi agresif setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu langkah utama perusahaan adalah mengalokasikan sebagian besar dana hasil Initial Public Offering (IPO) untuk mengembangkan bisnis hiburan melalui penyelenggaraan hingga 16 konser dalam tiga tahun ke depan.
Berdasarkan prospektus perusahaan, sekitar 37,61 persen dari total dana IPO atau setara Rp161,5 miliar akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek konser berskala nasional maupun internasional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi RANS untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan hiburan terintegrasi yang tidak hanya mengandalkan konten digital, tetapi juga mengembangkan bisnis berbasis pengalaman langsung (live entertainment).
Baca Juga: Sempat Terjun ke Zona Merah, IHSG Tutup Pekan di Level 5.924 dengan Kenaikan 0,20 Persen
Raup Dana IPO Rp429 Miliar
Dalam aksi korporasi ini, RANS menerbitkan 2,525 miliar saham baru atau sekitar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Dengan harga penawaran Rp170 per saham, perusahaan berhasil menghimpun dana segar sekitar Rp429,25 miliar dari pasar modal.
Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat pertumbuhan berbagai lini usaha yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem bisnis RANS.
Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, mengatakan konser dipilih karena memiliki potensi menghasilkan pendapatan yang signifikan apabila dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.
Menurutnya, perusahaan tidak sekadar menyelenggarakan konser satu kali, tetapi ingin membangun aset bisnis jangka panjang yang mampu memberikan nilai ekonomi berulang.
"Jika satu konser memberikan profitabilitas yang baik, maka penyelenggaraan belasan konser tentu berpotensi menghasilkan kontribusi yang jauh lebih besar terhadap pendapatan perusahaan," ujarnya.
Target Hadirkan Artis Nasional dan Internasional
RANS berencana menghadirkan musisi papan atas dari Indonesia maupun luar negeri dalam rangkaian konser yang telah disiapkan.
Keunggulan perusahaan dinilai terletak pada jaringan industri hiburan yang dimiliki pendiri RANS, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, sehingga proses kurasi artis dapat disesuaikan dengan tren pasar dan minat penonton.
Perusahaan akan menerapkan sistem project management event, mulai dari perencanaan konsep, produksi, promosi, hingga monetisasi berbagai lini pendukung.
Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas sumber pendapatan dari tiket, sponsor, hak siar, merchandise, hingga kolaborasi dengan berbagai merek.
Ingin Bangun Festival Berkelanjutan
Selain konser tunggal, RANS juga membuka peluang menghadirkan festival musik yang digelar secara rutin setiap tahun.
Model bisnis tersebut dinilai lebih berkelanjutan karena mampu membangun loyalitas penonton dan memperkuat identitas merek perusahaan.
Konsep yang diincar bukan hanya menghadirkan pertunjukan sesaat, melainkan menciptakan festival berskala besar yang memiliki daya tarik seperti berbagai event musik internasional.
Dengan pendekatan tersebut, RANS berharap dapat menciptakan sumber pendapatan jangka panjang sekaligus memperluas ekosistem hiburan nasional.
Baca Juga: IHSG Ditutup Naik ke Level 5.924, Saham Perbankan dan Energi Jadi Penopang Utama
Dana IPO Tidak Hanya untuk Konser
Selain penyelenggaraan konser, hasil IPO juga dialokasikan untuk sejumlah ekspansi bisnis strategis.
Sekitar Rp85 miliar atau 19,80 persen dari dana IPO digunakan untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia guna memperkuat bisnis kecantikan.
Selanjutnya, sekitar Rp80 miliar dialokasikan bagi pengembangan Cipungland, wahana bermain dan edukasi keluarga yang menjadi salah satu lini bisnis baru perusahaan.
RANS juga menginvestasikan sekitar Rp35 miliar untuk membangun perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence (AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi, sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan.
Selain itu, sekitar Rp29,95 miliar digunakan untuk mengurangi sebagian kewajiban pinjaman investasi, sedangkan sekitar Rp37,8 miliar dialokasikan sebagai tambahan modal kerja bagi PT Rans Nikmat Sejahtera.
Bangun Ekosistem Bisnis Terintegrasi
Saat ini RANS tidak lagi hanya dikenal sebagai perusahaan media digital.
Perseroan telah berkembang menjadi grup bisnis yang mengelola berbagai sektor, mulai dari produksi konten, manajemen talenta, penyelenggaraan acara, pengelolaan kekayaan intelektual (IP), lisensi merek, bisnis kuliner, kecantikan, hingga teknologi.
Sebagai emiten yang berada di sektor consumer cyclicals, RANS mengusung model bisnis berbasis intellectual property (IP) dan distribusi audiens melalui berbagai platform digital maupun aktivitas offline.
Melalui strategi diversifikasi tersebut, perusahaan berharap mampu menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bisnis konten digital semata.
Dengan dukungan dana hasil IPO, RANS menargetkan mampu mempercepat ekspansi ke berbagai lini industri kreatif dan memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan hiburan terintegrasi terbesar di Indonesia.
Editor : Mahendra Aditya