Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

IHSG Melonjak 0,87 Persen ke 5.744, Saham Industri dan Transportasi Jadi Motor Penguatan

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 2 Juli 2026 | 17:26 WIB
Ilustrasi saham. (IStock)
Ilustrasi saham. (IStock)

JAKARTA – Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan kinerja positif pada perdagangan Kamis (2/7/2026). IHSG berhasil mempertahankan penguatan hingga penutupan sesi perdagangan dengan kenaikan 0,87 persen ke posisi 5.744,55.

Kenaikan indeks terjadi di tengah dominasi saham-saham yang bergerak di zona hijau, didukung penguatan mayoritas sektor usaha. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih berada di kisaran Rp17.983 per dolar AS, sehingga pelaku pasar tetap mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik.

Mayoritas Saham Menguat, Aktivitas Perdagangan Tetap Ramai

Berdasarkan data perdagangan, IHSG sempat bergerak di level terendah 5.704,49 sebelum menyentuh posisi tertinggi 5.806,71 sepanjang sesi.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 395 saham mencatat kenaikan harga, 219 saham melemah, sementara 169 saham bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup aktif dengan total 1,51 juta kali transaksi. Volume perdagangan mencapai 20,5 miliar lembar saham, sedangkan nilai transaksi harian tercatat sekitar Rp11,1 triliun.

Sementara itu, indeks LQ45, yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid, turut menguat 1,57 persen ke level 565,49.

Baca Juga: Inflasi Juni 2026 Naik ke 3,34 Persen, BI Pastikan Efek Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu Stabilitas Harga

Sektor Industri Jadi Penggerak Utama

Penguatan IHSG kali ini terutama ditopang oleh sektor industri yang menjadi pemimpin reli pasar.

Sektor industri melonjak 2,97 persen, menjadi kenaikan tertinggi dibanding sektor lainnya.

Posisi berikutnya ditempati sektor transportasi yang naik 2,22 persen, disusul sektor bahan baku (basic materials) yang menguat 2,16 persen.

Selain itu, beberapa sektor lain juga mencatatkan kinerja positif, di antaranya:

Di sisi lain, hanya dua sektor yang berakhir di zona merah, yakni sektor barang konsumsi non-siklikal yang turun 0,32 persen dan sektor kesehatan yang terkoreksi 0,47 persen.

CBRE Pimpin Daftar Saham Terkuat

Salah satu saham dengan performa paling mencolok pada perdagangan hari ini adalah CBRE.

Harga saham CBRE melonjak 16,81 persen hingga ditutup di level Rp695 per saham.

Sepanjang perdagangan, saham ini bergerak di kisaran Rp595 hingga Rp710 dengan nilai transaksi sekitar Rp21 miliar.

Kenaikan tersebut menjadikan CBRE sebagai salah satu saham dengan performa terbaik pada sesi perdagangan Kamis.

Baca Juga: Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem, Yusril Buka Suara soal Peluang Abolisi dari Presiden Prabowo

Saham-Saham Blue Chip Ikut Menguat

Selain saham lapis kedua, sejumlah emiten berkapitalisasi besar juga memberikan kontribusi terhadap penguatan IHSG.

Saham UNTR naik 3,52 persen menjadi Rp22.800 per saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp73,3 miliar.

Sementara itu, saham TPIA menguat 5,36 persen menjadi Rp1.770 per saham. Nilai transaksi saham TPIA tercatat sekitar Rp782,7 miliar, menjadikannya salah satu saham paling aktif diperdagangkan.

Adapun saham AMMN ditutup naik 0,93 persen ke level Rp3.240 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp170,2 miliar.

RAJA Jadi Salah Satu Saham yang Melemah

Di tengah mayoritas saham yang menguat, beberapa emiten masih mengalami tekanan.

Salah satunya adalah saham RAJA yang turun 1,51 persen menjadi Rp3.910 per saham.

Sepanjang sesi, saham RAJA bergerak pada rentang Rp3.850 hingga Rp4.070 dengan nilai transaksi sekitar Rp134,4 miliar.

Pelaku Pasar Masih Mencermati Sentimen Global

Penguatan IHSG terjadi ketika investor masih mencermati sejumlah faktor eksternal, mulai dari pergerakan harga komoditas dunia, arah kebijakan suku bunga bank sentral global, hingga pergerakan nilai tukar rupiah.

Di dalam negeri, stabilitas inflasi yang masih berada dalam target Bank Indonesia serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter dinilai menjadi salah satu faktor yang menjaga optimisme pelaku pasar.

Dengan mayoritas sektor bergerak positif dan saham-saham unggulan kembali diminati investor, pasar modal Indonesia menutup perdagangan awal Juli dengan sentimen yang lebih konstruktif. Tantangan berikutnya akan datang dari perkembangan ekonomi global serta respons investor terhadap data makroekonomi yang akan dirilis dalam beberapa pekan mendatang.

Editor : Mahendra Aditya
#IHSG 2 Juli 2026 #LQ45 #bursa efek indonesia #ihsg hari ini #saham Indonesia