Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Harga Pertamax Melonjak Jadi Rp16.250, Menko Cak Imin Imbau Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Tekanan Global

Ghina Nailal Husna • Rabu, 10 Juni 2026 | 20:27 WIB
Harga Pertamax Melonjak Jadi Rp16.250, Menko Cak Imin Imbau Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Tekanan Global
Harga Pertamax Melonjak Jadi Rp16.250, Menko Cak Imin Imbau Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Tekanan Global

 

RADAR KUDUS — Kebijakan PT Pertamina (Persero) yang resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter memicu gelombang perhatian dan perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Lonjakan harga yang cukup signifikan ini langsung direspons oleh jajaran kabinet pemerintahan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, mengimbau seluruh lapisan publik agar tidak merespons kondisi ini secara berlebihan atau panik.

Baca Juga: Subsidi Dipangkas, Tarif Transjabodetabek Rute Bandara Berpotensi Melonjak hingga Rp15 Ribu

Ia meminta masyarakat untuk menyikapi dinamika ekonomi ini dengan kepala dingin dan tetap tenang.

Dampak Nyata Gejolak Geopolitik Global

Menurut Cak Imin, kenaikan harga komoditas energi di dalam negeri tidak dapat dilepaskan dari rantai tekanan ekonomi global yang saat ini masih terus berlangsung.

Ketegangan geopolitik di sejumlah wilayah produsen minyak mentah dunia menjadi faktor utama yang mendorong melesatnya harga minyak mentah internasional (ICP), yang pada akhirnya berdampak langsung pada postur anggaran energi domestik.

"Pemerintah sangat memahami bahwa kenaikan biaya energi seperti Pertamax ini tentu memberikan beban tambahan bagi sebagian masyarakat.

Namun, situasi pasar global memang sedang penuh tantangan. Kami mengimbau masyarakat untuk menghadapi situasi ini dengan tenang," ujar Cak Imin saat memberikan keterangan pers di Jakarta.

Sebagai langkah antisipasi, Cak Imin menegaskan bahwa kementeriannya bersama instansi terkait tengah menggodok berbagai langkah mitigasi sosial.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah menyiapkan bantalan ekonomi guna menjaga daya beli masyarakat kelas menengah-bawah serta melindungi kelompok-kelompok rentan yang paling berpotensi terdampak oleh efek domino kenaikan BBM ini.

Ia juga mengajak publik untuk tetap memercayakan pengelolaan stabilitas ekonomi makro kepada pemerintah.

Pertamina Akhirnya Lakukan Penyesuaian Harga

Di sisi korporasi, PT Pertamina (Persero) secara resmi mengumumkan perubahan harga terhitung sejak awal bulan ini.

Tidak hanya Pertamax reguler (RON 92) yang mengalami penyesuaian harga dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, namun varian ramah lingkungan Pertamax Green 95 juga ikut merangkak naik dari sebelumnya Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Baca Juga: Jepara Kembali Dapat Suntikan Dana Rp 29,2 Miliar, Jalan Jepara-Keling Segera Ditingkatkan

Manajemen Pertamina menjelaskan bahwa keputusan menaikkan harga ini terpaksa diambil setelah perusahaan menahan pergerakan harga selama berbulan-bulan (smoothing policy), meskipun tren harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terus bergejolak.

Langkah korporasi ini diklaim telah melalui koordinasi ketat bersama pemerintah.

Penyesuaian harga ini dinilai krusial untuk menjaga kesehatan finansial badan usaha milik negara (BUMN) tersebut, sekaligus memastikan keberlangsungan dan kelancaran pasokan energi nasional di seluruh pelosok tanah air di tengah ketidakpastian pasar global yang masih tinggi. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#tekanan ekonomi global #BBM nonsubsidi Pertamina #mitigasi daya beli masyarakat #harga pertamax naik #muhaimin iskandar