Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rupiah Diproyeksikan Menguat Bertahap pada Semester II 2026, Ini Penjelasan Menkeu

Ali Mustofa • Rabu, 10 Juni 2026 | 14:26 WIB
Menteri Keuangan Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya

RADAR KUDUS – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan keyakinannya bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan mengalami penguatan secara bertahap pada semester II tahun 2026, yakni periode Juli hingga Desember.

“Rupiah diperkirakan akan menguat secara perlahan pada semester kedua tahun 2026,” kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6).

Ia menjelaskan, pelemahan rupiah hingga awal Juni 2026 masih dipengaruhi oleh tekanan sentimen global, tingginya risiko di pasar keuangan, serta tekanan pada transaksi berjalan dan arus keuangan domestik.

Namun demikian, pemerintah tetap optimistis tekanan tersebut dapat dikendalikan melalui penguatan sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan.

“Pemerintah optimis melalui koordinasi yang semakin solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, ditambah perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE), pendalaman pasar keuangan, serta meningkatnya kepercayaan investor, maka pasokan valas dalam negeri akan semakin kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pada tahun 2027, nilai tukar rupiah diperkirakan akan lebih stabil seiring meredanya ketegangan geopolitik, terutama antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang turut mendorong perbaikan ekonomi global.

“Dengan berbagai asumsi tersebut, pemerintah memproyeksikan rupiah pada 2027 berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dengan kebijakan ekonomi yang tepat, terukur, dan berkelanjutan, perekonomian Indonesia pada 2027 diproyeksikan tumbuh kuat di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen.

“Ini menjadi landasan penting untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen dalam jangka menengah. Sementara inflasi tetap terjaga pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen,” pungkasnya.

Editor : Ali Mustofa
#arus keuangan #keuangan domestik #nilai tukar rupiah #Purbaya Yudhi Sadewa #menteri keuangan