RADAR KUDUS – Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal Juni 2026.
Tidak hanya Pertamina, SPBU BP Indonesia juga turut menaikkan harga produk bensin yang dijual kepada masyarakat.
Dikutip dari akun resmi Instagram BP Indonesia yang diakses dari Jakarta pada Rabu (10/6/2026), harga BBM jenis BP 92 mengalami kenaikan signifikan dari sebelumnya Rp12.390 per liter sejak Maret 2026 menjadi Rp16.670 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada produk BP Ultimate yang kini dipasarkan dari Rp12.930 per liter menjadi Rp17.240 per liter.
Namun demikian, untuk jenis bahan bakar diesel BP Ultimate Diesel, harga masih bertahan di level Rp25.060 per liter sejak awal Juni 2026 tanpa perubahan.
Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) juga mengumumkan penyesuaian harga untuk produk BBM non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan yang dirilis pada Selasa (9/6/2026), harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Pertamina menegaskan bahwa penyesuaian harga hanya berlaku pada produk tertentu, sementara jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan.
Untuk wilayah Jabodetabek, harga Pertamax Turbo (RON 98) masih dipertahankan di level Rp20.750 per liter.
Sementara Dexlite (CN 51) tetap dijual Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) berada di harga Rp24.800 per liter.
Adapun BBM bersubsidi juga tidak mengalami perubahan harga. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar masih berada di angka Rp6.800 per liter.
Kenaikan harga BBM ini membuat sebagian produk bensin mengalami penyesuaian di berbagai SPBU, sementara jenis lainnya tetap stabil mengikuti kebijakan masing-masing perusahaan.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari penyedia BBM guna mengetahui perkembangan harga terbaru yang dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar energi global.
Editor : Ali Mustofa