Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rupiah Tembus Rp18 Ribu, BEM SI Jateng Gelar Aksi Teatrikal Bakar Uang Mainan di Depan Kantor Bank Indonesia

Ghina Nailal Husna • Senin, 8 Juni 2026 | 20:34 WIB
 
BEM SI Jateng Gelar Aksi Teatrikal Bakar Uang Mainan di Depan Kantor Bank Indonesia
BEM SI Jateng Gelar Aksi Teatrikal Bakar Uang Mainan di Depan Kantor Bank Indonesia
 

RADAR KUDUS - Gelombang protes merespons keterpurukan sektor finansial tanah air mulai menjalar ke berbagai daerah. 

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah (Jateng) turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Jumat (5/6/2026). 

Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus protes keras atas merosotnya nilai tukar rupiah yang kini telah melampaui level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Imbas Rupiah Lunglai dan Krisis Global, BPOM Beri Sinyal Kenaikan Harga Obat-Obatan Dalam Negeri

Dalam aksi yang berjalan riuh namun tertib tersebut, massa mahasiswa menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan moneter pemerintah yang dinilai gagal mengantisipasi badai depresiasi mata uang domestik.

Aksi Teatrikal: Bentangkan Spanduk "Rupiah Sekarat"

Sejak pagi hari, para demonstran telah memadati area trotoar di depan gedung Bank Indonesia Jateng.

Sebagai bentuk protes visual, mereka membentangkan sejumlah spanduk besar bernada satir dan duka cita, di antaranya bertuliskan "Turut Berduka Cita Atas Matinya Rupiah" serta "Rupiah Sekarat".

Peserta aksi secara bergantian menaiki mobil komando untuk menyampaikan orasi ilmiah dan mengecam mandeknya intervensi stabilitas ekonomi.

Ketua BEM Universitas Sebelas Maret (UNS), Kailani Rizqy Pratama, selaku salah satu motor penggerak aksi, mengingatkan seluruh massa yang hadir bahwa kondisi nilai tukar rupiah hari ini sudah berada dalam fase yang mengkhawatirkan.

Menurutnya, angka pelemahan kali ini bahkan lebih parah dibandingkan momentum historis kejatuhan ekonomi pada krisis moneter tahun 1998 silam.

"Hari ini kami mengungkapkan kekecewaan mendalam kepada Pemerintah Republik Indonesia, terkhusus kepada Presiden Prabowo Subianto selaku pimpinan tertinggi, dan juga Menteri Keuangan Pak Purbaya atas kegagalannya dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia, yang dibuktikan dengan melambungnya dolar hingga menyentuh Rp18 ribu," tegas Kailani dalam orasinya.

Bakar Uang Imitasi sebagai Manifestasi Protes ke Istana

Suasana di depan Kantor BI Jateng kian riuh saat sejumlah peserta aksi melakukan aksi teatrikal dengan membakar replika atau uang kertas imitasi di tengah kerumunan.

Kepulan asap dari pembakaran uang mainan tersebut disebut mahasiswa sebagai simbol hancurnya nilai tukar mata uang Garuda akibat kebijakan makro yang keliru.

Kailani meluruskan bahwa tindakan pembakaran tersebut sama sekali bukan ditujukan untuk merendahkan simbol mata uang negara, melainkan sebuah pesan simbolis yang kuat agar didengar oleh para pembuat kebijakan di pusat kekuasaan.

"Pembakaran uang mainan ini bukan suatu bentuk penghinaan, melainkan sebuah bentuk manifestasi agar asap-asap yang ada di sini bisa tercium sampai ke Istana Negara di Jakarta.

Agar tercium bau busuk permainan dan pelalaian ekonomi yang ada di sana, yang dampaknya kini sudah tercium nyata dan menyengsarakan masyarakat bawah," lanjut Kailani.

Tantang Janji Pemerintah Soal Lapangan Kerja

Berdasarkan hasil dialog langsung mahasiswa dengan warga lokal dan pedagang kecil di sekitar Semarang, efek domino dari pelemahan rupiah ini sudah mulai mencekik dapur masyarakat lewat kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok.

Mahasiswa pun mempertanyakan realisasi janji-janji politik pemerintah yang dinilai kontradiktif dengan realitas di lapangan.

Baca Juga: Hanya Beli Pertalite 25 Liter Pakai Jeriken, Dua Pemuda di Medan Terancam Denda Rp60 Miliar dan 6 Tahun Penjara

"Ayo coba kita saksikan bersama, kita bahkan bisa bertaruh di sini, mana yang akan terjadi lebih dulu: terciptanya 19 juta lapangan kerja yang dijanjikan, atau kurs rupiah yang justru akan ambrol duluan sampai menembus angka Rp19 ribu per dolar AS?" tantangnya di hadapan massa aksi.

Mengakhiri aksi unjuk rasa tersebut, aliansi BEM SI Jateng mengeluarkan tuntutan resmi yang mendesak pemerintah dan Bank Indonesia segera mengambil langkah taktis serta konkret untuk menyelamatkan perekonomian nasional.

Mahasiswa menegaskan bahwa jika situasi moneter ini terus dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi riil, pemerintah wajib memberikan kompensasi berupa jaminan penuh terhadap akses kesehatan dan pendidikan gratis bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh krisis ekonomi ini. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Demo BEM SI Jateng #Rupiah Tembus Rp18 Ribu #Aksi Bakar Uang Mainan #Krisis Moneter 2026 #Protes Mahasiswa Semarang