Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rupiah Melemah, Wakil Menteri Pariwisata Bidik Peluang Emas Gaet Turis Asing Lebih Banyak

Ghina Nailal Husna • Jumat, 5 Juni 2026 | 22:25 WIB
 Wakil Menteri Pariwisata Bidik Peluang Emas Gaet Turis Asing Lebih Banyak
Wakil Menteri Pariwisata Bidik Peluang Emas Gaet Turis Asing Lebih Banyak
 

RADAR KUDUS - Kondisi fluktuasi nilai tukar mata uang global sering kali dipandang sebagai tantangan berat bagi perekonomian domestik. 

Namun, di sektor kepariwisataan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing justru dilihat dari sudut pandang yang berbeda. 

Pemerintah menilai situasi ini dapat dikonversi menjadi sebuah peluang emas untuk mengakselerasi kebangkitan pariwisata nasional dan menarik minat wisatawan mancanegara (wisman) secara lebih masif.

Baca Juga: Kongkalikong Agen dan Marketing Bank Bobol Dana Rp2,5 Miliar: Ratusan KTP Warga Dicatut Tanpa Izin

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, di sela-sela pergelaran ajang promosi pariwisata bergengsi, Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026.

Menurutnya, melemahnya nilai tukar rupiah secara tidak langsung meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional. 

Nilai tukar yang menguntungkan bagi pemegang mata uang asing membuat biaya perjalanan, akomodasi, hingga pengeluaran harian selama berlibur di Tanah Air menjadi jauh lebih terjangkau dan ekonomis dibandingkan dengan destinasi kompetitor di negara lain.

Perpanjang Masa Tinggal dan Gencarkan Promosi Global

Dengan biaya hidup yang relatif lebih murah akibat depresiasi rupiah, Kementerian Pariwisata memproyeksikan adanya perubahan perilaku positif dari para pelancong asing.

Wisatawan tidak hanya sekadar menjadikan Indonesia sebagai opsi destinasi utama, tetapi juga memiliki kecenderungan kuat untuk memperpanjang durasi tinggal (length of stay) mereka di berbagai daerah tujuan wisata.

"Kondisi ini berpotensi membuat wisatawan asing memilih Indonesia sebagai destinasi wisata utama dan bahkan memperpanjang lama tinggal mereka selama berlibur," ujar Wamenpar Ni Luh Puspa optimis.

Untuk menangkap dan memaksimalkan momentum berharga ini, Kementerian Pariwisata bergerak cepat dengan merancang berbagai langkah strategis.

Pemerintah terus menggenjot dan menggencarkan program promosi di kancah internasional. 

Langkah ini direalisasikan melalui partisipasi aktif dalam berbagai pameran pariwisata dunia, optimalisasi kampanye digital, hingga pelaksanaan misi penjualan (sales mission) di negara-negara potensial guna memastikan arus kunjungan wisman ke Indonesia terus mengalir deras.

Tren Positif Kunjungan dan Strategi Alihan Pasar Regional

Upaya keras pemerintah dan para pemangku kepentingan di sektor pariwisata tampaknya mulai membuahkan hasil nyata.

Berdasarkan data pemantauan sepanjang kuartal pertama tahun ini, yakni dari bulan Januari hingga Maret 2026, grafik jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan tren kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Meski demikian, dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini turut memicu penurunan volume kunjungan turis dari beberapa wilayah tradisional seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah. Menyikapi pergeseran pasar tersebut, pemerintah tidak tinggal diam.

Kementerian Pariwisata secara taktis mendorong para pelaku industri pariwisata nasional untuk memperkuat dan mengalihkan fokus radar pemasaran mereka ke pasar regional dan negara-negara tetangga terdekat, seperti kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, yang dinilai memiliki mobilitas tinggi dan aksesibilitas lebih mudah ke Indonesia.

Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Hubungannya dengan SDG 8

Fenomena pemanfaatan momentum pelemahan rupiah untuk mendongkrak sektor pariwisata ini sejatinya selaras dengan agenda pembangunan global.

Baca Juga: Dituding Tak Lazim Sering Live Jualan, Giorgio Antonio Buka Suara Soal Status CEO Miliknya

Langkah strategis ini berkaitan erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG) Target Nomor 8, yaitu Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Melalui peningkatan kunjungan dan perpanjangan masa tinggal wisman, perputaran uang di daerah wisata akan bergerak lebih cepat.

Hal ini diharapkan mampu menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, menghidupkan kembali usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, serta membuka lapangan kerja yang luas dan layak bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Ni Luh Puspa #Pariwisata Indonesia 2026 #Rupiah Melemah Turis Asing #Bali Beyond Travel Fair #SDG Pertumbuhan Ekonomi Sektor Wisata