Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Pelemahan Rupiah Belum Mengguncang Stabilitas Fiskal dan Ekonomi Nasional

Ghina Nailal Husna • Selasa, 2 Juni 2026 | 21:35 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Pelemahan Rupiah Belum Mengguncang Stabilitas Fiskal dan Ekonomi Nasional
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Pelemahan Rupiah Belum Mengguncang Stabilitas Fiskal dan Ekonomi Nasional

 

RADAR KUDUS — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan resmi yang menenangkan pasar di tengah tren depresiasi nilai tukar rupiah belakangan ini.

Menkeu mengklaim bahwa pelemahan mata uang Garuda yang terjadi saat ini masih berada dalam batas aman dan belum mengganggu postur ketahanan fiskal maupun roda aktivitas ekonomi makro di Indonesia.

Dalam Konferensi Pers yang digelar di Jakarta pada Minggu (31/5/2026), Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan telah mengantisipasi fluktuasi valuta asing sejak jauh-jauh hari.

Baca Juga: Sambangi Jeddah, Kepala BGN Buka Peluang Program Makan Bergizi Gratis Menyasar Ribuan Anak Pekerja Migran di Arab Saudi

Pemerintah sudah memasukkan variabel risiko depresiasi rupiah ke dalam skenario penyusunan anggaran, sehingga pembengkakan biaya yang dipicu oleh lonjakan kurs dolar AS tidak sampai menjebol pertahanan kas negara.

"Dari sisi anggaran, kami telah menghitung simulasi risiko jika terjadi depresiasi rupiah hingga mendekati level saat ini. 

Jadi, saya tegaskan kondisi anggaran kita masih sangat oke dan aman meskipun rupiah bergerak melemah ke level sekarang," ujar Purbaya Yudhi Sadewa di hadapan awak media.

Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS yang kini menjabat sebagai Bendahara Negara tersebut memaparkan sebuah tesis ekonomi fundamental.

Secara teoritis, kekuatan nilai tukar sebuah mata uang merupakan cerminan langsung dari kesehatan ekonomi riil negara tersebut. 

Oleh karena itu, ketimbang panik merespons gejolak harian di pasar spot, Kementerian Keuangan memilih berfokus pada penguatan mesin pertumbuhan ekonomi domestik untuk jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

Purbaya meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi yang solid secara otomatis akan menjadi magnet alami bagi datangnya modal asing, terutama dalam bentuk investasi langsung.

"Pertumbuhan ekonomi yang tangguh pada akhirnya akan memperkuat nilai tukar mata uang kita secara organik dan hampir otomatis.

Saya sangat percaya bahwa para investor global, khususnya pemilik modal investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI), akan selalu memilih untuk menanamkan modalnya di negara yang mampu menawarkan prospek pertumbuhan paling menjanjikan di kawasan," tambahnya.

Optimisme Menkeu didukung oleh indikator objektif posisi tawar ekonomi Indonesia di panggung internasional.

Baca Juga: Romantis! Foto Prewedding Terbaru Jennifer Coppen dan Justin Hubner Tampil Bertema Alam

Di tengah perlambatan ekonomi global, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tercatat sukses bertengger di peringkat kedua tercepat di antara seluruh negara anggota G20, hanya berada satu tingkat di bawah India.

Prestasi kolektif ini menjadi bukti autentik bahwa prospek fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kokoh dan resilien.

Tingginya aktivitas produksi dalam negeri, konsumsi rumah tangga yang terjaga, serta masuknya arus investasi baru menjadi bantalan kuat yang membuat pelemahan nilai tukar rupiah sejauh ini belum memberikan dampak yang signifikan atau menghambat akselerasi aktivitas perekonomian nasional. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa #Pelemahan Rupiah 2026 #Ketahanan Fiskal APBN #Pertumbuhan Ekonomi G20 Indonesia #Investasi Asing FDI