Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Harga Emas Dunia Menguat Tipis, Pasar Pantau Konflik Timur Tengah dan Kebijakan The Fed

Ali Mustofa • Rabu, 27 Mei 2026 | 09:17 WIB
ANTUSIAS: Seorang pembeli saat memilah emas di sebuah toko emas
ANTUSIAS: Seorang pembeli saat memilah emas di sebuah toko emas

RADAR KUDUS – Harga emas dunia kembali bergerak naik tipis pada perdagangan Rabu (27/5/2026).

Penguatan ini didorong melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya perhatian investor terhadap perkembangan situasi geopolitik dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Mengutip laporan Reuters, harga emas spot tercatat naik sekitar 0,2 persen menjadi US$4.516,76 per ons troi pada pukul 07.51 WIB.

Sementara kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Juni 2026 turut menguat 0,3 persen ke level US$4.516,30 per ons troi.

Turunnya nilai dolar AS membuat harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Kondisi tersebut mendorong permintaan terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai.

Selain faktor mata uang, pergerakan harga emas juga dipengaruhi ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Iran disebut menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan gencatan senjata setelah terjadi serangan di sekitar Selat Hormuz.

Wilayah tersebut dikenal sebagai jalur strategis pelayaran minyak dunia sehingga perkembangan konfliknya terus menjadi perhatian pasar global.

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan proses negosiasi menuju penghentian konflik kemungkinan masih membutuhkan waktu beberapa hari lagi.

Sebelumnya, kedua negara sempat memberikan sinyal positif terkait peluang tercapainya kesepakatan awal guna menghentikan permusuhan dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Situasi ini membuat investor memilih lebih berhati-hati sambil menunggu perkembangan terbaru dari kawasan tersebut.

Selain isu geopolitik, perhatian pelaku pasar saat ini juga tertuju pada kebijakan moneter Amerika Serikat. Investor menanti pidato sejumlah pejabat Federal Reserve untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga berikutnya.

Pasar juga sedang menunggu rilis data personal consumption expenditures (PCE) AS periode April 2026 yang dijadwalkan keluar pada Kamis (28/5/2026).

Data tersebut menjadi salah satu indikator inflasi utama yang sering digunakan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Tidak hanya emas, sejumlah logam mulia lain juga mengalami pergerakan positif pada perdagangan hari ini.

Harga perak spot naik 0,6 persen menjadi US$77,40 per ons troi.

Sementara platinum cenderung stabil di posisi US$1.957,75 per ons troi dan paladium menguat 0,9 persen menjadi US$1.391,68 per ons troi.

Editor : Ali Mustofa
#investor #nilai tukar dolar #the fed #logam mulia #Harga Emas