Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Purbaya Balas Kritik The Economist: Utang Indonesia Jauh Lebih Sehat dari Eropa

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 18 Mei 2026 | 17:52 WIB
Polemik Anggaran Motor Listrik BGN: Menkeu Purbaya Copot Dirjen Anggaran Akibat Sistem "Kebobolan"
Polemik Anggaran Motor Listrik BGN: Menkeu Purbaya Copot Dirjen Anggaran Akibat Sistem "Kebobolan"

RADAR KUDUS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam jalur yang stabil. Ia bahkan menilai media asal Inggris, The Economist, seharusnya memberikan apresiasi terhadap kemampuan pemerintah menjaga disiplin fiskal dan mengendalikan defisit anggaran negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri acara penyerahan pesawat tempur Rafale di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurutnya, rasio utang Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara maju di Eropa.

Ia menjelaskan bahwa utang pemerintah Indonesia saat ini masih berada di kisaran 40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu dinilai jauh lebih sehat dibandingkan sejumlah negara Eropa yang rasio utangnya mendekati bahkan melampaui 100 persen dari PDB.

Purbaya menilai kondisi tersebut menunjukkan fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat. Karena itu, ia menyebut kritik yang dilontarkan The Economist terhadap kebijakan ekonomi Indonesia seharusnya dilihat secara lebih objektif.

Selain rasio utang yang dinilai aman, pemerintah juga memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali di bawah batas aman 3 persen dari PDB. Menurut Purbaya, capaian itu menjadi bukti bahwa pengelolaan fiskal Indonesia masih disiplin dan terukur.

Ia menegaskan hingga saat ini pemerintah belum melihat adanya ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi nasional. Seluruh program prioritas disebut telah dihitung secara matang agar tidak mengganggu keseimbangan anggaran negara.

Beberapa program strategis yang menjadi perhatian pemerintah antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Purbaya memastikan kebutuhan anggaran untuk program-program tersebut telah dialokasikan secara terukur tanpa mengorbankan sektor pembangunan lain.

Menurut dia, pemerintah juga tetap menjaga berbagai pos penting seperti subsidi dan program pembangunan agar berjalan seimbang. Dengan perencanaan yang matang, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional tetap dapat terjaga di tengah tantangan global.

Sebelumnya, The Economist menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah Indonesia yang dinilai berpotensi memberi tekanan terhadap stabilitas ekonomi dan kualitas demokrasi. Media tersebut menilai belanja negara yang besar serta intervensi pemerintah dalam ekonomi dapat meningkatkan risiko terhadap disiplin fiskal nasional.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa seluruh kebijakan ekonomi telah diperhitungkan dengan cermat agar tetap berada dalam batas aman dan tidak membebani kondisi keuangan negara di masa depan.

Editor : Mahendra Aditya
#ekonomi indonesia #Defisit APBN #utang Indonesia #Purbaya Yudhi Sadewa #the economist