RADAR KUDUS – Di tengah sorotan publik mengenai transparansi pembiayaan program kesejahteraan rakyat, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan kepastian terkait kelangsungan program Pasar Murah yang digelar di kawasan Monas.
Meski dicecar berbagai pertanyaan mengenai rincian sumber pendanaan, Seskab memberikan jawaban yang lugas dan optimis.
Menanggapi keingintahuan awak media mengenai dari mana pos anggaran untuk kegiatan masif ini berasal, Teddy Indra Wijaya memilih untuk tidak terjebak dalam teknis birokrasi yang rumit saat memberikan keterangan.
Dengan nada tegas namun tenang, ia memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan keberlanjutan program tersebut.
"Pokoknya ada," ujar Teddy singkat saat ditemui di lokasi, menekankan bahwa pemerintah telah mengalkulasi kebutuhan dana dengan matang agar program ini berjalan tanpa kendala.
Jawaban tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah telah memprioritaskan anggaran khusus untuk menjaga stabilitas ekonomi mikro, terutama dalam membantu masyarakat menengah ke bawah memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Program Pasar Murah di Monas bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk melakukan intervensi pasar, khususnya dalam menghadapi fluktuasi harga pangan menjelang dan selama periode Lebaran.
Melalui penyediaan sembilan bahan pokok (sembako) dengan harga di bawah rata-rata pasar—bahkan beberapa di antaranya disalurkan secara gratis—pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil.
Beberapa poin utama dari pelaksanaan program ini meliputi:
Stabilitas Harga: Menekan laju inflasi musiman yang kerap terjadi di hari besar keagamaan.
Aksesibilitas: Memudahkan warga mendapatkan komoditas penting tanpa harus terbebani harga tinggi.
Jaring Pengaman Sosial: Menjadi bantalan ekonomi langsung bagi keluarga yang terdampak kenaikan harga pangan.
Baca Juga: Gelombang Protes "No Kings" Guncang Amerika Serikat: Jutaan Warga Tolak Otoritarianisme Trump
Pemerintah berharap melalui kepastian anggaran ini, manfaat dari Pasar Murah dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.
Meskipun rincian teknis pendanaan tidak dipaparkan secara detail di lapangan, penegasan dari Sekretaris Kabinet memberikan jaminan bahwa negara hadir untuk meringankan beban ekonomi rakyatnya.
Dengan berjalannya program ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan momen Lebaran dengan lebih tenang tanpa harus mencemaskan lonjakan harga kebutuhan dapur yang ekstrem. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna