Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fundamental Kokoh, BRI Optimistis dan Bersiap untuk Buyback Saham, Tanda Kepercayaan Diri atas Kinerja Solid

Redaksi Radar Kudus • Senin, 3 November 2025 | 02:09 WIB
Ilustrasi foto gedung BRI
Ilustrasi foto gedung BRI

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) atau BBRI memiliki langkah strategis berupa pembelian kembali saham (buyback) untuk mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan.

Aksi buyback ini juga menjadi cerminan optimisme perseroan terhadap keberlanjutan kinerja jangka panjang BRI.

Sebagaimana diketahui, aksi buyback BRI telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 24 Maret 2025 lalu, dengan nilai maksimal sebesar Rp3 triliun.

Baca Juga: BRI Dukung Usaha Kue Kering “Bakulis” Naik Kelas, Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar bursa, baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lama 12 bulan setelah tanggal RUPST.

Selain itu, aksi buyback saham BBRI juga mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk Pasal 43 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29 Tahun 2023.

Harga saham BBRI saat ini dinilai undervalue. Hal tersebut tercermin dari data Bloomberg per Jumat (31/10/2025).

Dari total 37 analis yang memberikan pandangan terhadap saham BBRI, sebanyak 30 analis atau sekitar 81 persen merekomendasikan “beli” dengan target harga rata-rata 12 bulan ke depan sebesar Rp4.651 per saham.

Baca Juga: BRI Mendorong Hortikultura Indonesia Tembus Pasar Dunia Lewat FLOII Expo 2025

Saat ini, PBV BRI berada di level 1,80x (per 31 Oktober 2025), masih di bawah rata-rata PBV lima tahun terakhir, sehingga BBRI dapat dikategorikan undervalue.

Sementara itu, dalam Press Conference Paparan Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2025 (30/10), Direktur Finance & Strategy BRI, Viviana Dyah Ayu, mengungkapkan bahwa perseroan masih memiliki alokasi anggaran untuk melakukan buyback saham.

“Kami memperoleh budget kurang lebih sekitar Rp3 triliun, dan saat ini kami masih memiliki dana yang dapat kami gunakan sewaktu-waktu apabila melihat situasi pergerakan saham BBRI. Saat ini memang kami melihat saham BBRI undervalue, dan kami mempertimbangkan untuk melakukan buyback tersebut,” ujar Viviana.

Dari sisi kinerja keuangan, hingga akhir Triwulan III 2025 BRI berhasil mencatatkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan.

Perseroan membukukan laba sebesar Rp41,2 triliun dengan indikator kinerja utama yang sehat. Total aset BRI tumbuh 8,2 persen YoY menjadi Rp2.123,4 triliun.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga menunjukkan peningkatan yang solid, tumbuh 8,2 persen YoY menjadi Rp1.474,8 triliun.

Sementara itu, dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI naik 6,3 persen YoY menjadi Rp1.438,1 triliun.

Capaian ini turut ditopang oleh aspek permodalan yang kuat, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 25,4 persen, di atas ketentuan minimum regulator.

“Selain itu, dari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) bank berada di level memadai sebesar 86,5 persen. Angka ini memberikan ruang likuiditas yang cukup bagi BRI untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” pungkas Viviana.

Editor : Mahendra Aditya
#kinerja keuangan #Saham #pemegang saham #BBRI #bri #Buyback