Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Industri Furnitur Jepara Didesak Berinovasi Mesin, Agar Tak Kalah Saing dari China dan Vietnam

M. Khoirul Anwar • Selasa, 12 Agustus 2025 | 23:35 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JEPARA – Persaingan industri furnitur dunia semakin ketat. Pelaku industri furnitur di Indonesia, termasuk sentra furnitur Jepara, kini dituntut melakukan inovasi mesin untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Ketua Umum Indonesia Furniture & Craft Promotion Forum (IFPF) Erie Sasmito menyampaikan hal tersebut dalam seminar perkayuan bertema “WOODWORKING TRANSFORMATIONS, More Machinery, Beyond Furniture Production in Indonesia” di D’Season Hall, Selasa (12/8).

Menurut Erie, teknologi permesinan terbaru dapat membantu efisiensi proses produksi.

Jika pelaku usaha tidak mengikuti perkembangan teknologi ini, industri furnitur Indonesia akan kalah bersaing dengan produk dari Tiongkok, Vietnam, dan India yang membanjiri pasar global.

“Kami sangat menyambut baik perkembangan industri terkini. Kita ingin melihat dukungan mesin industri yang mampu meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Erie menegaskan, mesin untuk industri furnitur Indonesia harus sesuai dengan karakter produk yang kaya nilai seni, sehingga peran sentuhan perajin masih penting.

“Furnitur Indonesia menonjol pada seninya. Jadi, tidak semua mesin relevan untuk digunakan,” jelasnya.

Ia mencontohkan mesin ukir CNC yang terus berkembang. Terbaru, mesin ini dilengkapi 36 mata pisau, memberikan fleksibilitas tinggi bagi perajin furnitur Jepara.

Ketua Umum Indonesian Sawmill and Woodworking Association (ISWA) Wiradadi Soeprayogo menambahkan, mesin berperan penting dalam efisiensi pengolahan kayu. Biaya produksi dari kayu gelondong hingga produk jadi bisa mencapai 60 persen.

“Mesin ini tidak mengurangi jumlah tenaga kerja. Hanya perlu peningkatan keterampilan melalui pelatihan untuk mengoperasikan mesin terbaru,” ungkapnya. 

Sementara itu, Project Director Pameran IFMAC–WOODMAC, Cloudinia J. Dieter, mengatakan seminar ini juga menjadi ajang pengenalan pameran internasional furnitur yang akan digelar bersamaan dengan interzum Jakarta dan International Hardware Fair Indonesia (IHFI).

Kolaborasi strategis ini diharapkan memperkuat IFMAC–WOODMAC sebagai pameran mesin pengerjaan kayu dan komponen furnitur terbesar di Indonesia.

Pameran akan menghubungkan seluruh rantai produksi furnitur, mulai bahan baku, komponen, fitting, hingga mesin canggih.

Pameran IFMAC–WOODMAC dijadwalkan berlangsung di Hall B3 dan C3 Jakarta International Expo (JIExpo) pada 24–27 September 2025.

Ajang ini menjadi peluang emas bagi pelaku industri furnitur Jepara untuk memperluas pasar dan memperbarui teknologi produksi.

Editor : Mahendra Aditya
#kayu #industri #cnc #jepara #pameran #Mesin #Wood #inovasi #furnitur jepara