RADAR KUDUS - Salah satu merk perlengkapan wadah plastik untuk makanan dan minuman yang sangat populer yaitu Tuppperware telah resmi menghentikan operasional bisnisnya di sejumlah negara termasuk Indonesia per 31 Januari 2025.
Brand asal Amerika ini resmi tutup di Indonesia sejak lebih dari 33 tahun beroperasi.
"Perjalanan luar biasa kami bersama keluarga Indonesia kini tiba di penghujung jalan. Tupperware Brands Corporation telah memutuskan untuk menghentikan aktivitasnya di sebagian besar negara, termasuk Indonesia," tulis keterangan manajemen Tupperware Indonesia melalui unggahan di akun Instagram resminya @tupperwareid.
"Dengan berat hati, kami mengumumkan bahwa Tupperware Indonesia secara resmi telah menghentikan operasional bisnisnya sejak 31 Januari 2025. Keputusan ini adalah bagian dari langkah global perusahaan," lanjutnya.
Pendiri dan pemilik merk Tupperware adalah Earl Silas Tupper dari Amerika.
Sejak usianya 21 tahun, Tupper telah bekerja di perusahaan yang fokus pada riset serta inovasi.
Kariernya disana cukup lama, hingga akhirnya pada tahun 1938, Tupper memutuskan keluar dari pekerjaannya lalu mendirikan bisnis plastik miliknya sendiri yang saat itu produknya bernama Poly-T.
Pada tahun 1946, ia baru mulai meluncurkan produk pertamanya dengan merk Tupperware yaitu wadah plastik bernama Wonderlier Bowl dan Bell Tumbler.
Seiring berjalannya waktu, Tupperware semakin mengembangkan produknya, dengan menghadirkan beragam peralatan rumah tangga dari plastik, termasuk juga wadah penyimpanan, wadah penyajian, dan sejumlah peralatan dapur.
Dikutip dari The New York Times, Tupper meninggal tahun 1983 karena serangan jantung.
Dalam perkembangannya, Tupperware didistribusikan di sejumlah negara termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri distribusi berbagai produk Tupperware berada di bawah PT Tupperware Indonesia yang kantor pusatnya yaitu di Cilandak, Jakarta Selatan.
Sebagian produk Tupperware di Indonesia juga diproduksi di dalam negeri, walaupun Tupperware berasal dari AS.
Dengan status Tupperware yang sudah tutup ini, maka pelanggannya tentu nanti akan kesulitan mencari produk Tupperware.
Editor : Ali Mustofa