Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

CETAK SEJARAH! Tembus Rp17.000 Per Dolar, Rupiah Anjlok di Pasar Luar Negeri

Zakarias Fariury • Minggu, 6 April 2025 | 19:50 WIB
Ilustrasi mata uang dollar AS (Foto : Pixabay/Pexels)
Ilustrasi mata uang dollar AS (Foto : Pixabay/Pexels)

RADAR KUDUS -  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan tajam dan menyentuh rekor terendah sepanjang sejarah.

Berdasarkan data Refinitiv, kurs rupiah di pasar non-deliverable forward (NDF) pagi ini, Minggu (6/4/2025) pukul 08.10 WIB, menembus level Rp17.059 per dolar AS.

Level tersebut jauh lebih lemah dibandingkan posisi terakhir di perdagangan reguler sebelum libur Lebaran, Kamis (27/3/2025), ketika rupiah ditutup di Rp16.555 per dolar AS, bahkan sempat menguat tipis 0,12%.

Baca Juga: LANGSUNG CAIR! Saldo DANA Kaget Rp900.000 Siap Ditransfer ke Rekeningmu

Lonjakan pelemahan ini menjadi sinyal tekanan yang lebih besar akan menanti rupiah pada pekan mendatang.

Sebagai catatan, pasar NDF merupakan instrumen derivatif yang memperdagangkan mata uang berdasarkan nilai tukar yang disepakati untuk jangka waktu tertentu.

Meskipun pasar ini tidak beroperasi di Indonesia, dinamika harga di NDF—yang berlangsung di pusat-pusat keuangan global seperti Singapura, Hong Kong, New York, dan London—kerap memengaruhi ekspektasi dan psikologis pelaku pasar di dalam negeri.

Indonesia Jadi Sasaran Baru Tarif Trump

Tekanan terhadap rupiah kian diperburuk oleh kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump yang kembali memicu ketegangan dagang global.

Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang dikenai tarif resiprokal atau timbal balik hingga 32%, merespons defisit neraca perdagangan AS terhadap Indonesia yang dinilai terlalu besar.

Pengenaan tarif ini diperkirakan akan membuat harga barang asal Indonesia menjadi kurang kompetitif di pasar AS.

Akibatnya, ekspor Tanah Air ke Negeri Paman Sam bisa menurun tajam, yang pada akhirnya mengurangi suplai dolar AS di dalam negeri dan memberi tekanan lanjutan terhadap nilai tukar rupiah.

Baca Juga: CAIR! Saldo DANA Kaget Rp665.000 Bisa Kamu Klaim Mudah Masuk Rekeningmu

Ketidakpastian global dan risiko pelarian modal asing pun menjadi ancaman nyata, seiring meningkatnya tensi perdagangan antara kekuatan ekonomi dunia.

Respons Bank Indonesia: Komitmen Jaga Stabilitas Rupiah

Menanggapi kondisi ini, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global yang kian fluktuatif.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa bank sentral terus memantau perkembangan global, khususnya pasca pengumuman kebijakan tarif AS pada 2 April 2025, serta retaliasi dari China pada 4 April.

“Pasar keuangan global bergerak dinamis, dengan pelemahan di pasar saham dan penurunan yield US Treasury yang kini menyentuh titik terendah sejak Oktober 2024,” ujar Ramdan dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/4/2025).

Baca Juga: GAK PAKE LAMA! Cara Mudah Klaim Saldo DANA Rp985.000 untuk Rekeningmu, Modal Main Game Aja

BI, lanjutnya, mengoptimalkan instrumen triple intervention—intervensi di pasar valuta asing (valas) baik di transaksi spot maupun DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder—untuk menjaga likuiditas valas dan mendukung kepercayaan pelaku pasar.

Di tengah tekanan global yang masih tinggi, BI menegaskan akan tetap siaga dan responsif dalam menjaga stabilitas nilai tukar demi menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Editor : Mahendra Aditya
#dolar ke rupiah #rupiah ke dolar #rupiah #dolar #dolar hari ini #dolar to rupiah