PATI - Kopi dari Kabupaten Pati selalu memiliki penggemar tersendiri. Seperti produk kopi kemasan "Kopi Original Santri".
Saat ini sudah merambah pasar hingga luar daerah.
Kopi ini adalah produksi dari Muhammad Abdullah Lutfi, warga Desa Semerak RT 4 RW 2, Kecamatan Margoyoso.
Lutfi mulai produksi kopi tahun 2018.
Lutfi mengolah biji kopi dari petani di Pangonan Tlogowungu, yang berada di lereng Pegunungan Muria.
Kopi yang diambil adalah jenis robusta, arabika dan juga liberika.
"Saya mengolah kopi ini sendiri dengan berbagai macam proses. Saya beli kopi hasil panen dari petani yang ada di lereng Pegunungan Muria di daerah Pangonan, Tlogowungu," ungkap pria 30 tahun ini.
Lutfi mengolah kopi dan menjualnya dalam bentuk kopi bubuk, maupun roast bean atau biji yang sudah disangrai.
Kopi robusta miliknya sudah laku keras ke seluruh wilayah di Indonesia. Seperti Kalimantan, Sumatera, bahkan Papua.
“Selain itu juga suplai kopi di kedai-kedai kopi di area Kecamatan Margoyoso, Tayu dan sekitarnya," ujarnya.
"Bahkan luar kota. Seperti Batang, Tuban, Jogja dan Karawang. Sebulan bisa menjual antara 80 – 100 kilogram kopi,” lanjut Lutfi.
Harga per kemasannya antara Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu per bungkus.
Selain menjual kopi dalam bentuk kemasan, Lutfi juga membuat kedai kopi. Di kedai Lutfi membanderol kopinya mulai Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu per gelas.
Kedainya berada di rumahnya di Semerak RT 4 RW 2 Kecamatan Margoyoso, buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai malam hari.
“Kalau di kedai kopi saya setiap Jumat gratis ngopi sepuasnya,” kata Lutfi. (aua/ali)
Editor : Ali Mustofa