JEPARA — Pameran mebel Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) sukses mencapai transaksi domestik dan internasional hingga 3,34 juta USD.
Jumlah transaksi ini menunjukkan peningkatan dibanding tahun lalu yakni 1,34 juta USD dan domestik Rp 13,8 miliar.
Jumlah tersebut didapat dari survei sebagian peserta pameran yang melaporkan data transaksi kepada panitia.
Steering Committee JIFBW Jamhari mengungkapkan secara umum ada peningkatan penjualan dibandingkan JIFBW tahun lalu.
Selain karena adanya pameran berbasis venue, ada juga sejumlah buyer baru dari negara Spanyol, Rusia, Irlandia, dan Kanada yang baru mengetahui adanya mebel bagus dari Jepara.
“Buyer-buyer baru ini negaranya sama dengan yang lama. Tapi orangnya baru," ujarnya.
"Mereka biasanya beli di Solo dan Jogja, jadi baru tahu kalau ada produk mebel yang lebih beragam jenisnya di Jepara. Mereka kaget, kok ternyata di Jepara lebih bagus,” jelasnya.
Selain itu, jumlah peningkatan ini juga menunjukkan adanya harapan di tengah multicrisis yang sedang dihadapi Eropa dan berdampak pada usaha mebel.
Baca Juga: Kabar Menggembirakan, Mebel Jepara Gandeng Pengusaha Asal Malaysia, Begini Harapannya
“Target utama kami bukan nominal transaksinya. Tapi juga untuk mengajak pengusaha mebel untuk ikut memertahankan industri mebel Jepara dalam jangka panjang,” jelasnya.
Untuk tahun ini, beberapa produk yang masih jadi best seller dan incaran para buyer di antaranya mebel gaya skandinavia, indoor furniture, dan mebel indoor dengan kombinasi rotan, sintetis, dan material lain.
Tak hanya itu, berbeda dengan tahun lalu, tahun ini helatan pameran JIFBW juga sukses menjaring kerja sama baru dengan pengusaha mebel Malaysia di Johor Bahru yang juga berpotensi meningkatkan transaksi di masa depan. (nib/war)
Editor : Noor Syafaatul Udhma